oleh

Kasus Pembunuhan 7 Tahun Silam Direka Ulang, Ternyata…

SEKAYU – Kasus pembunuhan terhadap Amir di desa Simpang Bayat yang terjadi 7 tahun silam, di reka ulang jajaran Polsek Bayung Lencir, Selasa (7/4). Reka ulang sendiri dilakukan langsung oleh tersangka Andri (40) warga Desa Epil Kecamatan Lais Kabupaten Muba.

Sebanyak 20 adegan diperagakan oleh tersangka termasuk penjelasan mengenai apa yang dilakukan 4 tersangka lainnya yakni Safaruddin (tertangkap kasus narkoba, Effendi (tertangkap), BA (DPO), NA (DPO), BG (DPO).”Reka ulang ini untuk melengkapi berkas sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan. Sekaligus untuk mengetahui sejauh mana peran tersangka,” ujar Kapolsek Bayung Lencir AKP Jonroni melalui Kanit Reskrim Iptu Dedi Kurniawan, Selasa (7/4).

Dari proses reka ulang yang di gelar di halaman Satreskrim Polres Muba, tersangka Andri melakukan penusukan terhadap korban Amir sebanyak dua kali pada bagian dada yang diperagakan pada adegan ke 10. Penusukan itu dilakukan tersangka lantaran melihat korban Amir berkelahi dengan tersangka Fajarudin (Adegan ke 8), dimana keduanya sama-sama mengalami luka tusuk.

Tersangka Andri sendiri usai menikam korban sempat membantu tersangka fajaruddin yang saat itu mengalami luka tusuk pada bagian leher untuk masuk ke dalam mobil. Selanjutnya tersangka pergi meninggalkan lokasi (adegan 14 dan 15).

Dedi mengungkap tersangka menyerahkan diri bulan lalu ke Mapolres Muba diantar oleh pihak keluarga. “Kita tidak bisa menghadirkan dua tersangka lain (Fajaruddin dan Effendi) untuk ikut dalam reka ulang ini, karena mereka berdua tidak diperbolehkan keluar Lapas terkait Covid-19,” terang dia.

Tersangka Andri sendiri mengaku menusuk korban dua kali, dia bersama Fajaruddin dan NA dengan sengaja menabraka mobil truk yang dikemudikan Fajarudin ke sepeda motor yang sedang dikendarai korban Amir.

“Aku sama fajar dan NA naik mobil truk, posisi aku duduk di tengah, fajar nyupir, AN disebelah kiri. Mobil langsung numbur motor korban. Setelah itu fajar langsung turun dan berkelahi dengan korban,” terang dia.

Melihat korban dan tersangka Fajar berkelahi, ia langsung turun dan mengeluarkan senjata tajam jenis pisau lalu langsung menusuk korban. Ironisnya, tersangka usai kejadian dengan santuy nya pulang ke kampung halaman selama 3 tahun di desa Epil.

Bahkan setelahnya sempat bekerja di perusahaan HTI. “Abis dari dusun aku terus kerja di perusahaan pembibitan kayu akasia selama tiga tahun juga,” akunya.

Dikatakan Andri, dirinya dengan tersangka Fajarudin dan Efendi memiliki hubungan keluarga. “Mereka itu masih keluarga dari istri saya,” ucap dia.

Sementara penasehat hukum tersangka, Zainal Arifin, menambahkan, pihaknya mengikuti seluruh proses reka ulang yang dilakukan oleh kliennya. Dimana setiap adegan diperagakan tanpa paksaan dan merupakan kejadian sebenarnya.

“Reka ulang sudah dilakukan, tidak ada paksaan setiap keterangan klien kita. Semua kita ikuti, sejauh ini klien kita kooperatif dalam memberikan keterangan,” pungkasnya. (kur)

Komentar

Berita Lainnya