oleh

Kasus Pembunuhan di Hotel Rio, Ibu Korban : Minta Pelaku Dihukum Mati

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Dengan nada penuh emosi, Hamida yang merupakan ibu kandung Yuliana Hasyim (25) korban pembunuhan yang ditemukan tewas di kamar No 625, Hotel Rio, di Jl Lingkaran I, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang meminta kepada majelis hakim PN Palembang agar terdakwa dijatuhi hukuman mati.

Hamida beserta tiga orang lainnya dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Ursula Dewi SH MH, Kamis (10/6) melalui sidang virtual dengan majelis hakim PN Palembang diketuai DR Fahrein SH MH guna mengungkap fakta kasus yang menjerat terdakwa bernama Berry Saputra.

Adapun ketiga saksi lainnya yang dihadirkan yakni Putri Agustina (Kakak korban), serta dua teman yang menemani korban Yuliana pada saat kejadiaan bernama Angga dan Ilham Wahyudi.

Dari keterangan saksi-saksi terungkap bahwa pekerjaan yang dilakukan korban sebagai pekerja seks komersial baru diketahui oleh ibu dan kakak kandung korban setelah kejadian pembunuhan.

“Setahu saya adik saya itu bekerja di Kafe, namun Kafe mana korban tidak pernah memberitahu, setelah kejadian baru tahu bahwa korban bekerja seperti itu Pak,” ungkap Putri Agustina.

Sementara dari keterangan saksi dua teman korban yakni Angga dan Ilham mengatakan, sudah seminggu sebelum kejadian pembunuhan bersama korban menginap di Hotel Rio berdalih menjaga korban jika ada pelanggan yang ingin berbuat tidak baik dengan korban.

“Setahu saya memang pekerjaan korban melayani laki-laki seperti itu melalui aplikasi Me-Chat, nah saya bersama Ilham jaga korban, selesainya saya dikasih 50 ribu rupiah itu pun tidak tentu tergantung berapa yang korban kasih,” ungkap Angga.

Saksi Angga menambahkan selama mengenal korban sudah seperti saudara sendiri namun mengenai pekerjaan korban tersebut baru mengetahui dua bulan sebelum kejadian.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa terdakwa Berry Saputra mengaku dirinya tega melakukan pembunuhan tersebut dikarenakan masih merasa kurang puas dengan layanan yang diberikan korban.

Komentar

Berita Lainnya