oleh

Kasus Pembunuhan di Linggau, Korban Dikubur di Kebun Karet dekat Bandara Silampari

SUMEKS.CO- Lubuklinggau–Perasaan sedih terlihat ketika keluarga korban Abdie Hakim Perdana alias Dedek (15), menyaksikan proses penggalian kuburan dan otopsi yang dilakukan tim Forensik Polda Sumsel dan Polres Lubuklinggau, Senin (16/11/2020).

Salah seorang kerabat korban, Toto mengatakan pihak keluarga dari Kelurahan B Srikaton Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas sengaja datang untuk melihat langsung. “Kami ingin memastikan sekaligus menyaksikan dimana lokasi Dedek dibunuh dan dikuburkan,” jelasnya.

Setelah selesai proses otopsi, Dedek  langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Kartini RT. 14 Kelurahan B Srikaton, Kabupaten Musi Rawas, kemudian langsung dimakamkan dengan layak.

Ia menegaskan, untuk kelanjutan kasus ini pihaknya secara hukum menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian.  Keluarga  meminta untuk mengusut kasus pembunuhan keji secara tuntas, apalagi diketahui pelaku adalah teman korban. Diketahui Dedek dikabarkan menghilang, namun belakangan polisi berhasil membongkar kasus hilangnya Dedek dan ternyata mereka dibunuh oleh rekan-rekannya secara sadis. Motifnya pembunuhan saat ini terus dikembangkan. Sebagian tersangka pelaku sudah diamankan.

Diketahui,  Lokasi tempat korban Abdie Hakim Perdana alias Dedek (15) dikuburkan oleh pelaku pembunuhan tidak jauh dari Bandar Silampari, Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Tepatnya di kebun karet milik warga yang berada di sisi kiri landas pacu (runaway) Bandara.

Namun untuk ke lokasi harus melalui jalan tanah dan memutar. Bisa melalui jalan baru di Simpang Periuk, juga bisa melalui Jalan KBS dan Jalan Bima Marga Mulya. Namun kemudian harus masuk ke jalan lama, yang ditumbuhi semak belukar.

Bisa juga dari Kelurahan Perumnas Rahma melintasi Kantor Camat Lubuklinggau Selatan I, terus ke pabrik es hingga ke kebun karet.

Lokasi kuburan Dedek tidak jauh dari jalan, sekitar 10 meter, tepat dibawah pohon karet. Namun sama sekali tidak terlihat bekas gundukan tanah atau galian, yang diperkirakan sudah rata karena waktu dikuburkan sudah setengah bulan.

H Supriadi, mantan Lurah Marga Mulya yang kini sudah pensiun, mengatakan lokasi tersebut memang jarang dilintasi warga, karena adalah jalan lama. “Ini jalan lama. Kami tidak menyangka ada korban pembunuhan dikubur di sini,” ujarnya, di temui di lokasi.

Warga lainnya yang hendak mencari ikan di rawa dekat lokasi, menjelaskan hal senada. “Saya memang sudah lama tidak mencari ikan di sini, kalau kemarin-kemarin ke sini, kalau tercium baunya,” kata pencari ikan tersebut, Senin (16/11/2020).

Bahkan ia sama tidak mengetahui adanya pembunuhan itu. “Saya rencana hendak menjala ikan,” katanya sambil menunjukkan jala yang dibawanya. (linngaupos/ckm)

Komentar

Berita Lainnya