oleh

Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unib Dapat Sorotan PBB

SUMEKS.CO – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan perhatian khusus terhadap kasus pembunuhan mahasiswi cantik Wina Mardiani (20). Mahasiswi semester 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (Unib) itu diduga mengalami kekerasan sebelum dibunuh.

Demikian disampaikan Asisten Deputi Perlindungan Perempuan Kementerian PPPA, Nyimas Aliah saat mengunjungi Mapolres Bengkulu guna memantau perkembangan kasus pembunuhan tersebut, Minggu (15/12/2019).

“Kasus ini menjadi pantauan bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga sampai ke tingkat internasional yaitu di PBB,” kata Aliah dikutip dari Antara.

Pemerintah sendiri telah meratifikasi atau mengadopsi perjanjian internasional tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan atau disebut juga dengan Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination Against Women (Cedaw) ke dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984.

Dari konvensi tersebut, Kementerian PPPA diminta melaporkan segala kejadian tindakan kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya ke PBB, termasuk salah satunya adalah kasus pembunuhan mahasiswi Bengkulu.

Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, lanjut Aliah, membuat dunia internasional dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi mengenai kasus pembunuhan dimaksud. Terlebih kasus ini juga viral di media sosial.

“Kita tidak mentolerir sekecil apa pun segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Aliah.

Kementerian PPPA, tegasnya, akan terus mengawal kasus pembunuhan mahasiswi Bengkulu ini. Pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasusnya kepada pihak kepolisian.

Aliah percaya kepolisian dalam hal ini pihak Polres Bengkulu bisa segera menuntaskan kasus ini dan segera menangkap pelaku pembunuhan.

Selain itu, Aliah juga meminta masyarakat ikut berperan membantu kepolisian menemukan pelaku pembunuhan yang saat masih menghilang.

“Kami mengharapkan, mendorong dan mensuport pihak kepolisian untuk bekerja lebih keras lagi menemukan pelaku pembunuhan ini,” ujar Aliah. (antara/ruh/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya