oleh

Kasus Penusukan Bokong Kapolsek, Polisi Tetapkan 15 Tersangka

JAMBI- Aparat Polda Jambi bersama dengan Polres Bungo menetapkan sejumlah orang yang terlibat dalam aksi penyanderaan terhadap sejumlah polisi dan penusukan terhadap Kapolsek Pelepat AKP Suhendri.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, total ada 15 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. “Setelah penyidik memeriksa 41 saksi, akhirnya ditetapkan 15 orang sebagai tersangka,” kata Ahmad kepada wartawan, Selasa (19/5)

Perwira menengah ini memerinci, tersangka utama berinisial EF. Dia berperan sebagai penghasut, mengumpulkan massa, dan menghalangi petugas kepolisian.

“Lalu ada tersangka TW, AS, AR, JN, dan JS diduga menghalangi petugas kepolisian. Kemudian tersangka DR, RB, KW, dan SF diduga berperan menghasut massa,” sambung Ahmad.

Selanjutnya ada tersangka SY, RR, TAM, JL, dan MZ diduga berperan merusak kendaraan polisi dan melempar batu.

Diketahui, kasus penyanderaan dan penganiayaan ini berawal dari razia yang dilakukan Kapolsek Pelepat AKP Suhendri dan anggota Polres Bungo terhadap pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI).

Namun, dalam kegiatan itu anggota polisi diadang massa saat tiba di persimpangan PT PML, Pelepat, Bungo.

Tak hanya itu, massa kemudian meminta aparat melepaskan dua pelaku PETI yang sebelumnya telah ditangkap dengan inisial T dan K.

“Setelah itu, massa melakukan perusakan terhadap mobil patroli serta pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Kapolsek (AKP Suhendri),” beber Ahmad.

Dalam peristiwa tersebut, total sebanyak 13 personel kepolisian menjadi korban dan sempat disandera sebelum akhirnya dibebaskan.

Kini, para tersangka sudah ditahan dan dijerat dengan Pasal 214 Ayat (2) ke-1e KUHP dan/atau Pasal 170 Ayat (2) Ke-1e KUHP subsider Pasal 170 Ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 160 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) Ke- 1 KUHP subsider Pasal 212 Ayat (1) KUHP. Ancaman hukumannya mencapai delapan tahun penjara. (dhe/pojoksatu/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya