oleh

Kasus Perceraian di Palembang Meningkat, ini Pemicunya…

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Kasus perceraian di Palembang meningkat sejak pandemi COVID-19 10 persen.  Setidaknya, setiap bulan ada 250 sampai 300 kasus perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Palembang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Palembang, Mahmud Dongoran SH MH.

“Selama pandemi ini, tiap bulannya data yang masuk ke kami sebanyak 250 sampai 300 kasus perceraian,” kata  Ketua Pengadilan Agama Palembang Mahmud Dongoran usai audiensi dengan Wali Kota Palembang H Harnojoyo di rumah dinas, wako, Selasa (14/9).

Pemicu dari perceraian tersebut karena sulitnya ekonomi yang terjadi saat ini. Ditambah dengan tingkat pengangguran dan banyaknya PHK yang terjadi. Mahmud menambahkan, banyak pasangan suami istri (pasutri) yang mengajukan perceraian pada umur 30 sampai 40 tahun.

“Terbanyak yang mengajukan perceraian pada usia 30 sampai 40 tahun,” ujarnya.

Lanjutnya, dari jumlah pasutri yang mengajukan perceraian, rata-rata berasal dari pihak istri. Dengan alasan suaminya tidak bisa menafkahi mereka dan anak anaknya.

“Meningkat sekali, dibandingkan dengan sebelumnya saat ini meningkat 10 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang H Harnojoyo menyatakan, Pemerintah Kota Palembang telah berupaya untuk mengatasi hal tersebut. Dengan melakukan kelonggaran setiap kegiatan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih mudah dalam mencari rezeki dengan cara tidak terlalu dibatasi waktu untuk mencarinya.

“Kami Pemkot telah berupaya untuk mengatasi hal tersebut, selama ini kami sudah berikan kelonggaran untuk beraktivitas mencari nafkah,” tukasnya. (edy)

Komentar

Berita Lainnya