oleh

Kasus Suap di muara Enim, Pengusaha Robi Dituntut 3 Tahun Penjara

SUMEKS.CO-Jaksa Penuntut Umum (JPU)  KPK akhirnya menuntut tiga tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider enam bulan terhadap Robi Okta Fahlevi (35), terdakwa penyuap eks Bupati Muara Enim Nonaktif Ahmad Yani. Jaksa menilai, terdakwa terbukti memberikan 15 persen fee untuk mendapatkan 16 paket proyek pembangunan jalan.

ya, untutan tersebut dibacakan jaksa dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/1). Terdakwa dinilai melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Kami menuntut secara sah dan meyakinkan, terdakwa Robi Okta Fahlevi melakukan tindak pidana korupsi. Dan tuntutan terhadap terdakwa menjadi tiga tahun dengan denda Rp250 juta dengan subsider enam bulan penjara,” kata JPU KPK Roy Riyadi di hadapan majelis hakim.

Menurut dia, terdakwa memberikan suap secara bertahap sebagai syarat dari Bupati  Ahmad Yani untuk memuluskan mendapatkan proyek. Fee itu di antaranya diberi kepada Ahmad Yani sebesar sepuluh persen, lima persen bagi Elfin Muchtar selaku PPK, Ramlan Suryadi (Plt Kadis PUPR Muara Enim), Ilham Sudiono (Ketua Pokja IV) dan Aries HB (Ketua DPRD Muara Enim).

“Terdakwa melakukan rekayasa teknis lelang dengan mengetahui bocoran lelang sehingga perusahaan apa saja yang terafiliasi dengan terdakwa akan lolos dengan mudah untuk pengerjaan akan mulus,” terangnya.

Usai mendengar tuntutan JPU, terdakwa mengajukan pembelaan atau pledoi pada sidang berikutnya, Selasa (21/1). Terdakwa memilih bakal membacakan sendiri isi pembelaannya.

Diketahui, saat ditangkap KPK, terdakwa Robi terbukti tengah membawa mata uang asing sebesar USD35.000 yang ditujukan kepada Bupati Muara Enim. Uang itu akan diserahkan melalui terdakwa Elfin. Kedua terdakwa Elfin dan Robi kerap bertemu dalam penyerahan fee proyek, sebagaimana terungkap dalam persidangan.

“Terdakwa sebagai Dirut PT Indo Paser Beton mengakui langkah mulusnya dalam mendapat proyek dibarengi dengan pemberian fee. Dari berkenalan dengan Yani itulah, terdakwa mendapatkan proyek dengan bukti suap Rp22 miliar,” papar Roy.[zon/lia/merdeka/palpos]

Komentar

Berita Lainnya