oleh

Kasus Sumur Minyak Ilegal, Kapolda Sumsel : Bongkar Semua, yang Terlibat Tindak Tegas

SUMEKS.CO, SEKAYU – Maraknya kasus illegal drilling atau sumur minyak tradisional ilegal di beberapa wilayah Kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, mulai dari Polda Sumsel, Kodam II Sriwijaya, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin hingga Aparat Penegak Hukum (APH).

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH, saat acara Forum Group Discussion (FGD) di Opp Room Pemkab Musi Banyuasin, Rabu (13/10/2021) mengatakan, mengenai kasus illegal drilling yang marak terjadi, dan beberapa minggu lalu ada yang terbakar, tentu saja membuat semua pihak harus melakukan tindakan.

“Dan tentunya diperlukan adanya penanganan terintergrasi, tak hanya satu steakholder saja namun semua pihak harus bekerja sama. Serta adanya komitmen bersama, setelah itu baru kita tindak tegas,” ujarnya.

Jika sudah ada komitmen bersama dengan steakholder barulah melakukan tindakan tegas secara bersama. “Tidak ada yang namanya pandang bulu dalam penindakan yang dilakukan. Bongkar  semua, dan siapa yang terlibat diproses hukum. Setelah ditindak harus dievaluasi dan diawasi dengan tegas, ini jangan sampai berulang ulang dan timbul lagi,” katanya.

Untuk itu, dirinya sangat membutuhkan peran serta dari berbagai elemen untuk memutus mata rantai illegal drilling  ini.

“Hal itu disampaikan, bahwa pekerjaan ini tidak hanya dengan Polri saja, tapi seluruh stakeholder. Kan, ada budaya masyarakat yang juga harus diubah. Dalam artian, budaya itu maksudnya dengan ilegal drilling masyarakat beranggapan bisa mencari pekerjaan. Nah pemikiran ini yang harus kita ubah,” terang Kapolda.

Nah, oleh karena itu, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat dan berharap kegiatan ilegal drilling tidak ada lagi.

Komentar

Berita Lainnya