oleh

Kasus Sumur Minyak Ilegal, Kapolda Sumsel : Bongkar Semua, yang Terlibat Tindak Tegas

“Seperti di daerah tersebut, ada pemanfaatan area lokasi bekas tambang illegal seperto menanam tanaman Eucalyptus atau tanaman minyak kayu putih. Mungkin ke depannya ada solusi untuk mereka,” katanya.

Selain itu ia mencontohkan, ada pemanfaatan CSR dari perusahaan-perusahaan setempat, ada pekerjaan yang diberikan kepada masyarakat lokal.

“Dan yang terpenting ada rekonstruksi lagi di area-area yang sudah rusak sehingga kembali hijau. Ini yang kita rekomendasikan. Ini sudah menjadi komitmen pemerintah untuk memberantas ilegal drilling. Tentunya kita akan bersama-sama dengan pemerintah Sumsel dalam hal ini Forkopimda untuk menghadapinya,” tambahnya.

Selain itu, terobosan yang kita lakukan dengan Pencanangan Kampung Hijau Bebas Illegal Drilling.

“Adapun tahapannya dengan mendirikan tim terpadu yang terdiri dari TNI, Polri, Pemda, Tokoh agama, tokoh masyarakat dan stakeholder. Kontinuitas untuk memonitor kegiatan illegal drilling di wilayah rawan untuk memastikan benar-benar tidak terjadi lagi aktifitas illegal drilling, Membuat siteplan (kampung hijau bebas drilling, Membuat renaksi dan SOP dalam membentuk kampung hijau bebas illegal drilling,” paparnya.

Sementara, Bupati Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, didampingi Wakil Bupati Beni Hernedi SIP, mengatakan, Pemkab telah melakukan berbagai upaya untuk penanganan terhadap illegal driling.

“Seperti Pembentukan Satgas, Maklumat bersama TNI-POLRI, membangun storage minyak bekerjasama dengan BUMD, Pengalihan pekerjaan (CSR Program) dengan alih kerja para pekerja sumur menjadi peternak/petani. Upaya juga berupa mengelola sumur tua dan melakukan sosialisasi bahaya dan pelanggaran hukum illegal drilling,” paparnya.

Komentar

Berita Lainnya