oleh

Kasus Tambang Ilegal Longsor, Polisi : Bisa Jadi Pemilik dan Pengelola Ditetapkan Tersangka

SUMEKS.CO – Pasca ditetapkannya tiga orang tersangka kasus tambang ilegal yang longsor di Desa Penyandingan Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, menewaskan 11 orang pekerja, Polda Sumsel hingga saat ini terus melakukan penyelidikan

“Saat ini bersama tim dari Polres Muara Enim, kita juga sedang mendalami kasus longsornya tambang ilegal tersebut. Termasuk juga pemberi modal yang saat ini sedang diburu,” ujar Kabis Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi MM, Jumat (23/10/2020).

Supriadi menyebut, pihaknya meyakini adanya pemodal. “Pasti itu ada (pemodal). Makanya penyidikan terus kita dalami,” kata Supriadi.

Sejauh ini, Supriadi menjelaskan, lahan di lokasi kejadian merupakan lahan milik masyarakat sekitar dan baru beberapa hari melakukan aktivitas.

“Tiga tersangka kita amankan dan untuk pemilik lahan yakni Helmi dan Ita sebagai pengelola lahan juga masih diperiksa dan dimintai keterangan di Mapolres Muara Enim,” tambah Supriadi.

Dan tidak menutup kemungkinan, tim penyidik akan menjadikan keduanya tersangka juga. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik seperti apa,” katanya.

Terkait adanya pernyataan Komisi VII DPR RI adanya 55 titik tambang ilegal di Muara Enim, perwira menengah dengan tiga melati di puncaknya ini menegaskan, data tersebut akan menjadi bahan untuk dilakukan pengecekan.

“Kita jadikan bahan untuk melaksanakan pengecekan. Dalam artian melakukan operasi untuk pengecekannya, karena sejauh ini baru ada satu tambang yang ilegal,” tutupnya.

Seperti diketahui, 11 pekerja tambang batubara ilegal, di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim tewas, Rabu lalu. Ini disebabkan, tambang ilegal tersebut longsor.(dho)

Komentar

Berita Lainnya