oleh

Kasus Tujuh KPPS Terlapor Terus Bergulir

MURATARA – KPUD Kabupaten Muratara masih melakukan proses pemeriksaan, terhadap tujuh petugas KPPS yang dilapor warga, berikan dukungan ke Paslon tertentu.

Komisioner KPUD Muratara Divisi Hukum, Handoko menegaskan. Jika terlapor terbukti lakukan pelanggaran kode etik, tujuh KPPS tersebut akan langsung di ganti.

“Kami sudah terima surat dari bawaslu mengenai masalah itu. Sebelumnya memang ada laporan yang masuk ke KPUD dan Bawaslu, mengenai pelanggaran kode etik, adanya petugas yang memberikan dukungan  E-KTP ke Paslon Independen saat mendaftar kemarin,” katanya, Rabu (2/12).

Pihaknya mengaku sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah PPS dan mengkonfirmasi keterangan mereka dengan keterangan terlapor. “Kami cek dulu apakah, nama mereka yang terlapor memang masuk dalam daftar dukungan itu atau tidak. Kalau masuk dan tercantum, otomatis mereka melanggar kode etik,” tegasnya.

Handoko mengungkapkan, pelanggaran kode etik merupakan salah satu pelanggaran fatal dalam pelaksanaan Pemilu. Karena memang penyelenggara tidak diperkenankan terlibat politik praktis, apa lagi memberikan dukungan ke Paslon tertentu,” Memang petugas atau penyelenggara Pemilu tidak boleh memberikan dukungan ke Paslon tertentu. Penyelenggara harus netral, sekarang kita masih proses,” bebernya.

Sementara itu, Munawir Ketua Bawaslu Muratara, mengkonfirmasi jika kasus laporan dari masyarakat itu sudah mereka tindak lanjuti dan diserahkan proses selanjutnya ke KPUD Muratara. “KPUD nanti yang akan memutuskannya, kami hanya melakukan konfirmasi saja karena ada laporan itu di laporkan masyarakat ke Bawaslu,” tegasnya.

Munawir mengaku, belum bisa mengomentari lebih lanjut mengenai masalah itu. Karena sampai saat ini belum ada hasil putusan yang dikeluarkan, “Kita tunggu KPUD saja Karena keputusan melanggar atau tidak nanti KPUD yang menentukan,” tutupnya.

Informasi dihimpun, Tujuh petugas yang terlapor diantaranya hairul, adam, edi susanto, beni astria, heffy, iwan afriyansah, fikri, dan Husni M Nur terlampir dengan nomor temuan 15/PL/PB/Kab/06.17/XII/220. Yang diteruskan ke KPUD Muatara dengan alasan proses kode etik di KPUD Muratara.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya