oleh

KataHack Tantang Talenta Muda Ciptakan Inovasi AI Baru

-Tekno-35 views

sumeks.co– Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tengah menjadi tren teknologi saat ini. Hal tersebut menginisiasi Kata.ai untuk menggelar hackathon nasional online bernama KataHack. Kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan dan inovasi solusi AI di Indonesia.

Pendaftaran untuk kompetisi KataHack dibuka dari 27 September sampai 10 Oktober 2019. Dalam acara yang terbuka untuk publik ini, setiap peserta diundang untuk berkompetisi dalam tim untuk memecahkan permasalahan bisnis maupun teknologi dengan solusi berbasis kecerdasan buatan yang dibuat dengan teknologi platform yang disediakan oleh Kata.ai.

“Di luar dari kompetisi ini, platform Kata.ai juga bisa digunakan oleh siapa saja termasuk para tech enthusiast atau pelajar untuk bereksperimen dan membuat chatbot mereka sendiri,” ujar CEO dan founder Kata.ai Irzan Raditya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/10).

Lebih lanjut, KataHack ini dimaksudkan untuk melatih para talenta muda Indonesia tentang pemikiran kritis, kreativitas, dan semangat problem-solving yang mengandalkan solusi AI. Pihaknya ingin mengajak peserta untuk berkreasi dalam mengembangkan solusi yang komprehensif dari masalah bisnis atau masalah IT yang sering dijumpai sehari-hari.

“Harapannya, kami bisa mendorong lebih banyak generasi muda untuk memahami dan mendalami pengaplikasian AI ke berbagai sektor usaha di Indonesia,” terang Pria Purnama, Vice President of Product & Engineering Kata.ai.

Untuk mendaftar, tim perlu mengumpulkan proposal berupa pitch deck sederhana berisi data diri anggota, penjelasan singkat tentang solusi kecerdasan buatannya, spesifikasi produk, spesifikasi teknis, dan penjelasan singkat teknologi Kata.ai yang akan digunakan.

“Jika proposal pitch deck dinyatakan lolos, maka peserta bisa langsung mengembangkan ide solusi mereka dalam waktu dua minggu, yaitu dari 14 hingga 24 Oktober 2019. Peserta akan dinilai berdasarkan orisinalitas, nilai bisnis atau sosial, penggunaan teknologi Kata.ai, dan implementasi dari solusi AI yang diusulkan,” jelas Pria.

Meski kecerdasan buatan memiliki peran vital untuk mendukung potensi ekonomi yang jauh lebih tinggi, nyatanya adopsi AI di Indonesia masih terbilang rendah. Menurut studi yang dilakukan oleh Microsoft dan IDC Asia/Pasifik, hanya 14 persen dari organisasi di Indonesia yang telah benar-benar mengadopsi teknologi kecerdasan buatan. Hal ini disebabkan masih banyaknya pandangan skeptis terhadap performa kecerdasan buatan di Indonesia.

dia percaya bahwa kecerdasan buatan merupakan kunci yang penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya dalam berbisnis. Melalui hackathon ini, pihakanya ingin mengakselerasi perkembangan dan adopsi AI di Indonesia, supaya tidak kalah dengan negara-negara lain, terlebih kini Indonesia sudah dikenal sebagai rumah dari ratusan startup teknologi yang potensial.

” Oleh karena itu, kami ingin menggunakan momentum ini untuk meningkatkan keterampilan dan talenta muda Indonesia terhadap AI,” ungkap Irzan menambahkan. (fadil/jawapos)

Komentar

Berita Lainnya