oleh

Kawasan Masjid Dijadikan Tempat Transkasi Ganja

MUARA ENIM – Sempitnya lapangan pekerjaan membuat sebagian orang gelap mata. Alih-alih demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka nekat melakoni pekerjaan haram, seperti menjadi kurir dan bandar narkoba.
Seperti yang dilakukan kedua warga Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang ini, keduanya menjadi penjual narkoba demi mendapatkan pundi-pundi rupiah yang diinginkan. Parahnya lagi, saat bertransaksi para pria tersebut di tempat-tempat yang tak diduga seperti masjid dengan alasan tempat ibadah tidak akan dicurigai atau diketahui oleh siapa pun.

Namun pada akhirnya polisi tetap mengendus aksi mereka. Pelaku Padli Siregar (25) dan Dadang Irawan (24) dibekuk Tim Cobra Sat Resnarkoba Polres Muara Enim, dipintu masuk gerbang Masjid Jamik Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim saat menggu pembeli datang, Senin (28/12) pukul 05.00 WIB.

Dari tangan kedua pelaku tersebut, ditemukan barang bukti ganja kering siap edar seberat 800 gram. Kini pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Muara Enim guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim Donni Eka Saputra SH SIK MM melalui Kasat Narkoba Iptu Rahmad Aji Prabowo SIK MSi, mengatakan penangkapan kedua pelaku tersebut bermula adanya informasi yang di terima personil Sat Resnarkoba dari masyarakat bahwa dikawasan Masjid Jamik sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

Berdasarkan informasi tersebut, dirinya memerintahkan Kanit Narkoba Ipda Toni Hermawan ST SH MM untuk melakukan penyelidikan tentang kebenaran dari informasi tersebut.
Setelah dilakukan penyelidikan bahwa tempat tersebut akan dijadikan tempat transaksi narkoba oleh kedua pelaku.

“Anggota melakukan pengintaian dan penangkapan ke dua pelaku tersebut. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 2 paket diduga narkotika jenis ganja dengan berat 800 gram,” jelas Rahmad, Rabu (30/12).

Barang bukti tersebut yang berhasil diamankan yaitu 2 paket diduga narkotika jenis ganja, 2 plastik kresek warna putih, 1 unit hp android merk Advan warna putih, 1 unit hp android merk Xiaomi warna biru dan 1 unit kendaraan sepada motor Honda Vario warna hitam nopol BG 2453 AAG.

“Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 tentang kepemilikan narkotika golongan satu jenis tanaman ganja dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” terangnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya