oleh

KBM Tatap Muka di Pagaralam Ditinjau Ulang, Sekolah Kembali Daring

PAGARALAM – Penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka disatuan pendidikan di Kota Pagaralam sepertinya perlu dikaji ulang.

Soalnya, warga terpapar Covid 19 terus bertambah. Padahal yang sebelumnya, Pemkot Pagaralam sudah memberikan lampu hijau pada tanggal 31 Agustus 2020 lalu.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pagaralam, H Cholmin Heryadi Spd Mpd melalui Kabid Dikdasmen, Jemiyo Siswanto menyampaikan, jadi perhatian pihak dinas. Yang mana jangan sampai terjadi penularan virus Corona di lingkungan sekolah.

“Jika demikian kebijakan KBM tatap muka perlu ditinjau ulang kembali dengan melihat situasi penyebaran covid-19 ini,” ujar dia yang sebelumnya pihak dinas masih memverifikasi sekolah yang siap KBM tatap muka.

Jangan sampai menimbulkan kekhawatiran, katanya. Yang jelas, perlu dievaluasi lagi hingga situasinya benar benar aman ditengah adapatasi baru ini. Untuk sementara ini, terdata sekitar 40 sekolah baik SD maupun SMP sudah melaksanakan KBM tatap muka sejak diberikanya kelonggaran.

“Akan segera kita koordinasikan ke Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam,” katanya lagi.

Yang mana, KBM tatap muka di sekolah ini memiliki skema pembelajarannya. Mulai dari sistem absen genap ganjil, jadwal atau waktu belajar tidak lebih dari 3 jam. “Tidak wajib diikuti siswa. Karena, siswa yang mengikuti KBM tatap muka pun harus mengantongi izin dari walimurid,” katanya menegaskan.

Sementara, bertambahnya kasus Covid 19 ini (seperti kasus 013 dan 014, red) tak sedikit menuai kekhawatiran dikalangan para orang tua murid. Lantaran, kecilnya wilayah Kota Pagaralam kemungkinan besar mudahnya penyebaran penularan virus Corona.

Seperti yang diungkapkan, Robet (38) dirinya sempat khawatir dengan adanya penambahan kasus Corona kendati tidak menarik izin belajar bagi anaknya ke sekolah. Sejauh ini, dirinya masih mengikuti anjuran pihak sekolah terkait anaknya masih mengikuti KBM tatap muka.

“Sebelumnya, ada kasus positif Covid 19 sekolah sempat meliburkan anak murid. Ya anak kita libur. Saat ini, dalam seminggu anak saya hanya tiga hari ke sekolah,” katanya.

Kepala SMP Negeri 1 Kota Pagaralam, Ahmad Rifai juga mengatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk kembali menmberlakukan KBM jarak jauh atau daring. “Besok tanggal 18 September 2020, kami memutuskan untuk kembali menggunakan metode daring untuk kegiatan belajar mengajar,” jelas Rifai kepada awak media.

Dirinya mengingatkan, bahwa keputusan ini juga merupakan hasil evaluasi gugus tugas sekolah serta hasil rapat dewan guru dan komite sekolah. “Lebih baik diantisipasi terhadap perkembangan penyebaran Covid-19 di Pagaralam saat ini. Jangan sampai justru penularannya terjadi dilingkungan sekolah,” pungkasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya