oleh

Kecelakaan Lansia Tinggi, Daihatsu beri Safety Driving

-Ekbis-90 views

JEPANG – Ada hal berbeda saat koran ini menyambangi salah satu outlet Daihatsu di Matsusaka, Mie Prefecture, Jepang.

Terjadinya ketimpangan generasi muda dan tua di Negeri Sakura yang berimbas pada tingginya angka kecelakaan, membuat Daihatsu berinisiatif memberikan safety driving kepada para lanjut usia (lansia) melalui program CSR Aging Society and Community Vitalization di outlet.

Angka lansia di negara ini mencapai 28,1 persen (65 tahun ke atas) dari jumlah penduduk 125,4 juta jiwa.

Kegiatan CSR ini berawal dari studi yang menunjukkan jumlah penduduk Jepang menurun selama 10 tahun berturut-turut sehingga memicu makin menuanya struktur umur penduduk. Dalam kegiatan ini, Daihatsu melibatkan peran pemerintah dan akademisi, seperti Japan Physical Therapist Assosiation dan instruktur berpengalaman dari Japanese Automobile Federation (JAF) serta SDM di internal Daihatsu.

“Program sosial ini bertujuan untuk memberikan pelatihan safety driving bagi lansia yang sudah dimulai sejak November 2016,” ujar Hayashi, President Director of Daihatsu Mie Jepang, kemarin.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi kegiatan CSR ini, pertama karena terus bertambahnya jumlah lansia yang tak diimbangi dengan angka kelahiran. Hal ini dikhawatirkan akan berimbas pada industri otomotif.

Kemudian karena banyaknya angka kecelakaan akibat dari menurunnya kemampuan dan respon saat berkendara. Karena tingginya angka kecelakaan, beban asuransi keamanan pun meningkat serta menimbulkan demensia.

Memang ada hal berbeda, jika para orang tua di Indonesia diasuh oleh anak, di Jepang para lansia ini memiliki spirit hidup mandiri hingga usia renta.

“Di daerah Selatan Jepang (seperti di Prefecture Mie), sangat sulit hidup tanpa mobil karena transportasi massalnya tak terintegrasi dengan baik. Sebab itu mereka harus menyetir sendiri. Tak seperti di kota besar lain seperti Tokyo, Nagoya, Osaka atau lainnya yang telah memiliki transportasi terintegrasi dengan baik,” bebernya.

Katanya, di Mie atau daerah pelosok Jepang lainnya, tak banyak pilihan moda transportasi usai keluar stasiun kereta menuju rumah. Apalagi yang jarak rumahnya jauh.

“Kami merespon masalah sosial tersebut dan mencari solusi, berembuk dengan pemerintah dan para ahli sehingga disepakati adanya pelatihan mengemudi dengan aman untuk para lansia. Acara kali ini merupakan yang ke-27 kalinya dilaksanakan,” tambahnya.

Lanjutnya, memang belum ada data yang menunjukkan penurunan angka kecelakaan para lansia setelah dilakukan program ini. “Namun kami yakin ini berdampak, kami mendengarnya langsung dari mereka yang ikut program ini,” katanya.

Program yang dilaksanakan ini pun tak hanya diperuntukkan bagi pelanggan Daihatsu saja, tapi juga terbuka untuk pemilik kendaraan lain. Selain itu, ia juga menyebut upaya yang dilakukan ini tak berdampak bagi sales, khususnya di wilayah tetsebut.

“Justru dampaknya bagi internal perusahaan, karyawan jadi termotivasi dan produktivitas kerja meningkat. Dengan sendirinya karyawan bisa membantu para lansia ini keluar dari masalah,” jelasnya.

Dalam program CSR yang dilakukan ini, para lansia dengan prioritas usia 70 tahunan mengawali dengan olahraga ringan seperti melatih keseimbangan dengan memgangkat salah satu kaki. Ada pula yang mengikuti pelatihan aman berkendara. Beberapa diantaranya ada yang telah beberapa kali ikut pelatihan safety driving.

Mereka juga menjalani beberapa tes, seperti uji beban dengan dynamo meter. Mereka diminta menarik menarik tuas sekuat-kuatnya untuk mengetahui seberapa beban berat yang bisa ditopang.

Dengan begitu, akan diketahui sejauh mana ketahanan memegang setir. Ada pula tes motorik dengan memghubungkan angka 1-26 yang sudah di acak dengan garis. Untuk ukuran usia muda, menyelesaikan dalam waktu satu menit dinilai bagus. Yuto, salah satu instruktur dari Daihatsu mengatakan, apa yang diajarkan ini bisa dilatih di rumah sendiri.

Sementara dari JAF, Esaki Toshiya menambahkan, diajarkan cara-cara aman berkendara bagi para lansia. Mulai dari postioning di dalam mobil, blind spot hingga pengenalan teknologi mobil yang bisa memudahkan mereka dalam berkendara.

“Orang tua harus tahu batas kemampuannya sendiri. Itu bisa berubah hari ini dan besok,” ujarnya.

Untuk diketahui, Daihatsu merilis beberapa jenis kendaraan yang memudahkan lansia berkendara di jalan umum, seperti mobil tanpa kemudi otonomus.(dod/rei)

Komentar

Berita Lainnya