oleh

Keefektifan Masker Kain Dalam Mencegah Penularan Virus Corona

Oleh : NafisatuSumayyah (1710602057)

DPL: BudhiSantoso, M.A.

SUMEKS.CO – Akibat munculnya virus corona ini masyarakat banyak berbondong-bondong membeli masker untuk disimpan dan digunakan sebagai upaya dalam pencegahan virus corona ini. Hal inilah yang menyebabkan kelangkaan masker diberbagai negara, salah satunya di negara Indonesia. Kelangkaan masker ini membuat masyarakat yang membutuhkan masker yaitu orang sakit, orang yang merawat orang sakit dan tenaga kesehatan kesulitan untuk mendapatkan alat pelindung hidung dan mulut ini.

Telah banyakilmuan dan tenaga medis di seluruh dunia mengadakan riset dalamrangka mengatasi pendemi penyakit virus corona yang masih meluas saat ini. Meskipun demikian, dalam situasi seperti saat ini muncul opsi baruguna mencegah penyebaran virus corona yaitu penggunaan masker kain untuk menggantikan masker bedah. Efektifitas penggunaan masker kain saat situasi ini masih menjadi pembahasan hingga saat ini. Di Indonesia saat ini, masyarakat umum dihimbau menggunakan masker kain ketika beraktifikas di luar ruangan. Sedangkan masker medis/bedah diprioritaskan hanya bagi pasien virus corona dan petugas kesehatan, terutama yang merawat pasien virus corona.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) terlebih dahulu mengeluarkan panduan penggunaan masker kain bagi warga setempat. Akan tetapi, disisi lain, WHO mengatakan penggunaan masker kain oleh orang yang sehat belum mempunyai pijakan untuk bukti yang memadai dalam kaitannya dengan pencegahan penyakit Covid-19 ini. Sedangkan menurut juru bicara pemerintah Indonesia untuk penaganan virus corona Achmad Yurianto, masker berbahan kain ini hanya dapat menjadi alternatif untuk pencegahan penularan virus di tengah kondisi kelangkaan masker medis, masker kain dapat menjadi pilihan dari pada tidak menggunakan masker sama sekali.

Dokter dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI RSUP Persahabatan, Erlina Burhan memberi penjelasan terkait dengan keefektivitasan masker kain. Pertama, kurang efektif dalam mencegah penularan virus, dikarenakan masker kain tidak bisa menahan percikan yang keluar dari mulut atau droplet. Kemampuan filtrasi masker kain hanya mampu menahan 10 sampai dengan 60 persen partikel dengan ukuran tiga mikro. Masker kain juga tidak mampu menahan partikel aerosol dan airborne atau partikel yang berada di udara. Namun, penggunaan masker kain tetap memiliki beberapa keuntungan, yakni bisa dipakai secara berulang kali. Akan tetapi, perludi ingat sebelum menggunakan masker kain harus dicuci terlebih dahulu.

Kedua, masker bedah tiga kali lebih efektif untuk mencegah penularan virus corona ini. Kemampuan filtrasi yang dimiliki masker bedah mencapai 30 sampai dengan 95 persen partikel dengan ukuran 0,1 mikron. Namun, bisa saja fungsi filtrasi masker bedah tidak berjalan dengan baik apabila mengalami kebocoran dalam penggunaannya. Meskipun cukup efektif penggunaan masker bedah hanya diperuntukkan untuk petugas medis, orang yang sedang sakit, orang yang merawat orang sakit atau orang yang berada dalam kerumunan. Ketiga masker kain sebagai opsi terakhir, kendatinya demikian masker kain tetap bisa dijadikan opsi untuk pencegahan penularan virus apabila ada kelangkaan pada masker bedah. Namun, pengguna masker kain tetap harus menjaga jarak satu hingga dua meter dengan orang lain.

Yang terakhir jangan panic buying, kepada masyarakat diingatkan untuk tidak membeli masker medis/bedah secara berlebihan. Dikarenakan masker bedahhanya untuk tenaga medis, orang sakit, orang yang sedang menjaga orang sakit atau orang yang sedang dalam kerumunan. Berbahaya jika tenaga medis dan orang yang sakit tidak bisa mendapatkan masker. Bisa saja penularan akan terus terjadi jika orang sakit tidak menggunakan masker medis.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Wiku Adisasmito mengatakan, masker kain bisa digunakan sebagai pengganti masker medis untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di tengah masyarakat umum. Banyaknya kasus OTG (Orang TanpaGejala) yang terjadi juga menjadi dasar dalam sosialisasi penggunaan masker kainini. Orang yang tidak sadar bahwa dirinya positif corona bisa saja menulari orang lain tanpa sengaja ketika berinteraksi tanpa menggunakan masker. Satu percikan droplet saja bisa menyebabkan orang lain terkena Covid-19.Mengantisipasi kejadian itu, masyarakat dihimbau untuk mengenakan masker jika keluar rumah.

Namun, manfaat masker kain bisa didapatkan selama memenuhi syarat untuk mendukung keefektivitasannya. Syaranya antara lain, masker kain hanya bisa dikenakan selama empat jam secara terus-menerus. Setelah empat jam, masker kain harus dilepas untuk dicuci dan diganti dengan yang baru. Terpakai secara pas di atas hidung hingga dagu dan kedua sisi wajah dan dilengkapi dengan tali, terdiri atas beberapa lapis kain, setidaknya dua lapis, bahan kain yang kuat dan tidak mudah rusak, sebelum menggunakan masker, cuci tangan terlebih dahulu. Jangan menyentuh-nyentuh masker, apalagi menurunkannya hingga kedagu, dan lepas masker dengan cara membuka talinya, bukan dengan cara menarik masker secara langsung.

Baik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 maupun CDC merekomendasikan penggunaan masker kain bagi masyarakat umum ketika berada di luar ruangan atau di luar rumah. Terutama saat di situasi yang menyulitkan untuk penerapan aturan physical distancing (jagajarak), seperti di pasar tradisional yang ramai, supermarket, dan angkutan umum. WHO mendorong negara yang terkena dampak dari Pandemi Covid-19 untuk merekomendasikan menggunakan masker non-medis bagi masyarakat umum, termasuklah masker kain ini, dikarenakan masker medis yang lebih dibutuhkan oleh tenaga kesehatan.

Panduan WHO menyebutkan pemakaian masker kain yang benar agar efektif, yaitu ketika sedang batuk dan pilek, dekat atau berada di kawasan yang terpapar virus corona, dibarengi dengan mencuci tangan secara rutin, dan melapas atau menggantikannya dengan yang baru sesuai dengan rekomendasi lama pemakaian dari para ahli.

 Penulis adalah Mahasiswa Peserta KKN dari Rumah (KKN-DR) Angkatan 73 Pandemi Covid-19 Tahun 2020, LP2M UIN Raden Fatah Palembang.

Komentar

Berita Lainnya