oleh

Kejari Seret 2 Kontraktor Mangkir

9 Tersangka Korupsi Pagar Makam

PAGARALAM – Akhirnya dua kontraktor Proyek Pagar Makam pada Dinas Sosial tahun 2017, penuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam, kemarin Adalah RO, warga Tanjung Cermin, Kecamatan Dempo Utara dan YU, warga Gunung Agung, Kecamatan Dempo Utara. Kedua kontraktor ini dilakukan penahanan setelah sempat mangkir dari panggilan penyidik.

“Mereka (YU dan RO, red) adalah kontraktor yang sempat mangkir panggilan penyidik Kejari Pagaralam. Hari ini mereka penuhi pemanggilan ketiga, yang kita layangkan dan dilakukan penahanan,” ujar Kajari Pagaralam, M Zuhri SH MH melalui Kasi Pidsus, Hendra Catur Pratama SH saat pers rilis bersama awak media.

Sebelumnya, mereka yang jika tak memenuhi layangan panggilan ketiga, akan dijemput paksa. “Namun, hari ini mereka penuhi panggilan kita, dan kita tahan selama 20 hari ke depan guna melengkapi berkas pemeriksaan,” ujarnya.

Lanjut dia, mereka ditetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi proyek pengerjaan pagar makam. Untuk diketahui, total anggarannya mencapai sekutar Rp6,3 miliar sebanyak 43 paket kegiatan. Dari jumlah kegiatan tersebut, 18 paket bermasalah, dengan indikasi kerugian negara hasil audit BPK tembus sekitar Rp697 juta.

Sementara hasil audit tim ahli Perlindo dan BPKP, tersangka RO dalam pengerjaannya diduga telah merugikan negara sebesar Rp85 juta. Sedangkan tersangka YU, diduga telah merugikan negara sebesar Rp56 juta.

Untuk diketahui, bahwa dalam pengusutan kasus pagar makam tahun 2017 silam ini, pihak Kejari Pagaralam telah menetapkan 9 tersangka. SU merupakan mantan Kadinsos selaku PPK, DH seorang ASN selaku PPTK, F selaku konsultan, dan enam orang kontraktor yang melaksanakan kegiatan dengan jumlah kegiatan berbeda, sehingga temuan indikasi kerugian bervaritif. Mereka K, MH, GB, JL, YU, dan RO.

Ada Tersangka Baru?

Sudah sembilan tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus Tipikor proyek Pagar Makam tahun 2017 di Dinas Sosial Kota Pagaralam.

Apakah akan menyeret tersangka baru dalam indikasi korupsi berjamaah ini? Jawab Kasi Pidsus, Hendra Catur Pratama SH, bahwa tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

Di hadapan awak media, ia menjelaskan saat ini pihaknya masih fokus terhadap kasus empat tersangka yang sudah ditahan ini. “Kita masih fokus terhadap Empat Tersangka ini terlebih dahulu,” ujar dia.

Yang jelas, guna melengkapi pemeriksaan para tersangka lain akan dimintai keterangan lagi. Secepatnya diproses kasusnya, ditegaskan Catur. Baik itu untuk tahap I, tahap II (pelimpahan penyidik ke jaksa umum). Juga pelimpahan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Palembang.

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Ya, kita lihat hasil dari pengembangan dan fakta di pengadilan nanti,” pungkasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya