oleh

Kekayaan Idham Azis Rp 5,5 Miliar

-Nasional-85 views

SUMEKS.CO – Komjen Pol Idham Azis resmi menjadi Kapolri baru. Ini setelah rapat Paripurna DPR RI, Kamis (31/10), menyetujui Kabareskrim Polri tersebut menjadi orang nomor satu di korps Bhayangkara. Hari ini, Jumat (1/11), Idham akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

“Apakah laporan Komisi III DPR tentang uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri dapat disetujui?” kata Ketua DPR, Puan Maharani, dalam Rapat Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/10). Sebanyak 361 anggota DPR yang hadir dalam Rapat Paripurna itu menyatakan setuju Idham menjabat Kapolri menggantikan Jenderal Pol (purn) Tito Karnavian. “Kalau tidak ada halangan, besok (hari ini, Red) saya akan dilantik oleh Presiden,” ujar Idham.

Menurutnya, jabatan barunya ini akan diabdikan kepada negara dan masyarakat. Dia mensyukuri amanah jabatan Kapolri yang diembannya. “Secara pribadi saya mensyukuri. Ini adalah bagian dari mukjizat Allah terhadap diri saya. Karena itu, saya berjanji memberikan pengabdian yang terbaik bagi institusi Polri, masyarakat, negara, dan bangsa,” imbuh mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Dia menyadari, masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas. Salah satunya kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan. Idham menyebut akan menunjuk Kabareskrim yang baru, untuk menyelesaikannya. Namun, dia tidak menyebut siapa perwira tinggi yang akan menjadi Kabareskrim. Saat ditanya siapa calonnya, Idham enggan menyebutkan nama. “Nanti kita umumkan,” tukasnya.

Idham Azis diketahui memiliki total kekayaan Rp 5,5 miliar. Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada situs https://elhkpn.kpk.go.id, Idham melaporkan harta kekayaannya saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Laporan itu disampaikan ke KPK pada 8 Maret 2019.

Idham tercatat memiliki harta berupa sembilan tanah dan bangunan senilai Rp 3,4 miliar yang tersebar di Kota Depok, Jawa Barat dan Kendari, Sulawesi Tenggara. Idham juga memiliki dua kendaraan roda empat senilai Rp730 juta. Terdiri atas Toyota Innova Venturer tahun 2017 dan Toyota Innova tahun 2016.

Selain itu, Idham juga punya harta bergerak lainnya sebesar Rp490 juta serta kas dan setara kas senilai Rp834.871.813. Idham diketahui tidak memiliki utang. Dengan demikian, total kekayaan Idham adalah Rp5.513.808.813.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengatakan ada beberapa tantangan yang akan dihadapi Kapolri baru. Di antaranya pengamanan Pilkada Serentak 2020, pencegahan radikalisme dan terorisme. Dia meyakini Aziz mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Kapolri baru akan langsung disambut sejumlah tantangan. Seperti pengamanan Pilkada Serentak 2020, pencegahan radikalisme, penegakan hukum dan pencegahan aksi terorisme,” jelas Puan. Dia berharap Aziz memberi perhatian khusus pada kejahatan narkoba yang semakin massif dan menyasar generasi muda.

Ia juga berpesan agar Idham segera melakukan konsolidasi internal setelah dilantik. Tujuannya untuk menyatukan gerak langkah sebagai jiwa korsa menghadapi tantangan yang makin kompleks. “Saya menyarankan Kapolri baru berkoordinasi dengan penegak hukum lain agar tidak terjadi miskomunikasi yang membuat rakyat bingung,” paparnya.

KSAD Jenderal TNI Andika Prakasa mengatakan dengan terpilihnya Idham sebagai Kapolri baru, diharapkan bisa mempererat dan membuat hubungan kerja TNI dan Polri, semakin solid. “Kapolri yang terpilih bukan orang baru bagi TNI. Pencapaiannya pun kita semua tahu seperti apa,” kata Andika. Dia mengaku sangat mengenal sosok Idham Azis. “Kita sering ketemu di lapangan, bekerja bersama. Saya yakin ini di bawah Pak Idham, Polri akan semakin maju,” terangnya.

Terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengharapkan Idham dapat lebih baik bekerjasama dalam upaya pemberantasan korupsi. Terlebih, KPK bersama Polri dan Kejaksaan Agung juga sudah mempunyai nota kesepahaman bersama dalam upaya pencegahan dan korupsi. “Karena kami juga punya nota kesepahaman bersama untuk saling membantu dan kerja sama,” ucap Febri.

Terkait kasus Novel Baswedan, Febri menyatakan lembaganya tetap menunggu hasil kerja dari tim Polri. KPK mengharapkan pelaku penyerangan terhadap Novel dapat ditemukan. “Jika sudah ditemukan, jangan sampai hanya berhenti pada pelaku di lapangan. Tetapi harus terus ditelusuri siapa yang menyuruh. Siapa aktor intelektualnya,” terang Febri.

(rh/fin)

Komentar

Berita Lainnya