oleh

Kelompok Wanita Tani Menyulap Lahan Kosong Jadi Lahan Uang

-Ekbis-665 views

SUMEKS.CO – Selain memberikan dampak langsung, keberadaan sektor hulu migas juga memberikan dampak tidak langsung termasuk efek berganda (Multiplier Effect) terhadap tumbuhnya perekonomian daerah.

Kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah penghasil justru menunjukan beberapa indikator ekonomi sosial dan pembangunan yang lebih tinggi. Seperti yang dirasakan masyarakat Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih yang sudah memiliki mainstream untuk memanfaatkan lahan kosong di rumah menjadi produktif yang dulu menganggap rumput liar kini menjadi tanaman obat dan sayuran yang menghasilkan uang.

Belum lama ini sejumlah awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel melakukan field trip ke desa binaan Pertamina Asset 2 Limau, Prabumulih. Beberapa tahun terakhir ini Pertamina EP Asset 2 Limau sudah melakukan pendampingan program Coorporate Sosial Responbility (CSR).

Dadan Sudarti, Ketua Program Pembinaan CSR Pertamina EP Asset 2 Limau menjelaskan, program CSR ini memanfaatkan potensi lahan kosong yang berada tidak jauh dari tempat tinggal menjadi kawasan pertagonik (pertanian dan toga organik).

“Konsep CSR yang diberikan ditujukan kepada kelompok tani dan kepala keluarga rumah tangga. Ada tujuh kelompok tani dengan pola pengembangan pertagonik,” kata Dadan.

Dadan menambahkan, pihak Pertamina sejak awal selain membantu pelatihan juga memberikan pendampingan kelompok wanita tani (KWT) dan ibu rumah tangga. Salah satunya KWT Sari Tani, Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, yang beberapa kali mewakili Sumsel ke tingkat nasional dalam lomba penanaman toga.

“Dulu kita hanya tahu itu rumput liar tapi setelah ada penyuluhan beberapa rumput liar bisa dijadikan obat dan kita kembangkan dengan menanam benih-benih Tanaman Obat Keluarga (Toga) ini. Dengan adanya KWT ini tidak hanya terjalin kerukunan tetapi juga kerukunan KWT Sari Tani. Harapan kita bisa menambah penghasilan keluarga dan bermanfaat untuk KWT lain,” beber Nissa salah seorang anggota KWT Sari Tani.

OBAT KELUARGA :
Selain lahan Sorga, lahan Toga juga bisa menambah penghasilan keluarga dan bermanfaat untuk KWT lain. Foto : Edho/Sumeks.co

Selain Toga, anggota KWT Sari Tani yang terdiri dari Surya, Nurjanah, Sugiarti, Suparni ini membudidayakan tanaman sayuran organik (Sorga). Di antaranya kangkung organik dan bunga rosela yang dimanfaatkan jadi jus. Seluruh tanaman ini bebas dari zat kimia karena menggunakan pupuk dari pengelolaan sendiri.

Ibu Nissa dan anggota lainnya menuturkan dengan bantun CSR Pertamina makin meyakinkan anggota KWT untuk memanfaatkan lahan kosong dan yang menjadi salah satu tujuan untuk memperkuat ekonomi keluarga.

“Kini penghasilan keluarga tidak bergantung dari hasil produksi karet saja. Dari hasil lahan toga dan lahan sorga ini makin meningkatkan pendapatan. Karena tidak perlu lagi membeli dan otomatis bisa langsung dipasarkan. Penggarapan selama 20 hari dan langsung bisa menghasilkan untuk setiap minggunya,” tandas Nissa.

Nurholik, salah satu penyuluh dan pembimbing mengungkapkan, KWT Sari Tani menggunakan pupuk PSRLB (Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan) dan semua pupuk dibuat sendiri.

“Seperti dari kompos, mal, pestisida nabati dan lain sebagainya. Upaya kita mendampingi agar semua sayuran dan tanaman obat keluarga sehat tanpa kimia. Kita berharap KWT Sari Tani bisa mandiri dan bisa menambah penghasilan rumah tangga juga bermanfaat untuk KWT lain,” kata Nurholik.

Pemerintah Kota Prabumulih menyambut baik dan mengapresiasi program yang dibantu Pertamina ini. Dan menyiapkan Desa Karya Mulya menjadi desa percontohan kawasan Pertagonik (pertanian dan toga organik).

“Kami berharap melalui bantuan Pertamina akan memotivasi warga dengan memanfaatkan lahan untuk ekonomi keluarga,” kata Wakil Walikota Prabumulih Adriansa Fikri saat meresmikan Kawasan Pertagonik PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field.(dho)

Komentar

Berita Lainnya