oleh

Keluarga Akidi Tio Hindari Kejaran Wartawan

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Cerita mengenai bantuan Rp2 triliun dari keuarga Akidi Tio, makin hari semakin menarik untuk diulas. Kapan pencairan dana bantuan akan segera dikirim/transfer. Kemana rekening tersebut akan disalurkan. Siapa yang menerima dan siapa nantinya yang mengirim. Sayangnya, berita tersebut mengalir rancu. Bahkan kini banyak persepsi liar di telinga warga.

Ada yang masih menunggu dan berharap. Ada yang percaya. Setengah percaya. Dan ada juga yang tidak percaya sama sekali. Sayangnya, semua sumber yang memiliki kevalidan data terkesan menutup diri. Tidak hanya anak Akidi Tio, Heryanti dan suaminya Rudi. Tokoh sentral yang mewakili keluarga Akidi, Prof Hardi Darmawan pun, juga tidak lagi bisa dikonfirmasi.

Bahkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM juga terkesan gerah ketika ditanyakan seputar bantuan senilai Rp2 triliun yang akan diberikan keluarga Akidi Tio.

Sementara itu, dalam pantuan pagi hingga jelang petang kemarin (31/7), wartawan SUMEKS.CO kesulitan untuk mendapatkan informasi seputar proses pengiriman dana bantuan tersebut.

Pagi hari, Heryanti, sempat terpantau turun dari mobil. Hanya saja, anak bungsu Akidi Tio ini bergegas langssung masuk ke dalam rumahnya. Tak ada sela bagi wartawan untuk mewawancarainya. Begitupula sekitar pukul 14.00 WIB, salah seorang yang biasa membantu di rumah Heryanti, juga kelihatan enggan dikonformasi wartawan.

“Benar saya Darwin, warga Kenten laut. Saya bekerja di rumah Bu Heryanti. Baru saya bekerja. Mungkin baru beberapa bulan. Yang jelas di rumah tidak ada orang. Kosong,” ujar Darwin sembari mengunci pintu pagar rumah Heryanti.

Sekitar 15 menit, Darwin berusaha mengunci pagar rumah Heryanti, kemudian meninggalkan awak media.

Di sisi lain, sekitar pukul 15.47 WIB, terlihat Rudi, suami Heryanti, ingin pulang ke rumah. Namun, ketika dari jauh dia melihat rombongan kuli tinta tengah menunggu, pria paruh baya ini tancap gas. Entah kemana perginya. Namun masih tertangkap jelas, Rudi, menggunakan sepeda motor Honda Beat warga putih dengan kaus oblong waarna putih dan menggunakan celana pendek.

Usman, salah seorang petugas keamanan mengatakan Rudi, sendiri baru menghuni rumah tersebut 2 tahun terakhir ini. “Dulu ngontrak dekat masjid. Baru 2 tahun ini dia membeli rumah. Entah berapa harga dia beli rrumah tersebut. Namun rumah itu dulunya juga dihuni warga keturunan,” jelasnya.

Selama dia menjaga keamanan, hanya beberapa kali bertemu dengan Rudi. “Kalau di keluarga tersebut, pak rudi memang sering tegur sapa. Namun kalau ibu Ahong -Heryanti- saya tidak pernah sekalipun bertegur sapa,” jelasnya singkat. (iol)

Komentar

Berita Lainnya