oleh

Keluarga Korban Apriyanita Minta Pelaku Dihukum yang Setimpal

-Headline-100 views

SUMEKS.CO – Rekontruksi ulang kasus pembunuhan sadis yang direncanakan terhadap korban Apriyanita (51) yang digelar Senin (2/12) pagi hingga sore cukup menarik perhatian pihak keluarga korban yang memang ingin mengetahui langsung bagaimana detik-detik korban dihabisi dan dihilangkan dengan cara dicor semen dan dikubur secara tak wajar.

Meski dari pihak keluarga korban sempat menyerang tersangka Yudi saat rekontruksi awal di rumah korban, pihak keluarga berharap kedua pelaku yang berhasil diringkus bisa dihukum dengan hukuman setimpal.

“Keluarga berharap para pelaku bisa dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukan,” ujar Heriyanto kakak kandung korban Apriyanita yang juga berprofesi sebagai anggota Polri ini.

Menurut Heriyanto, sejak korban dilaporkan menghilang, dia bersama keluarga besar langsung melaporkan kasus ini ke Polda Sumsel. Jika dilihat dari rekontruksi ulang mulai saat pelaku Yudi menjemput korban di rumahnya hingga ke TPU Kandang Kawat, pembunuhan ini sudah direncanakan.

“Memang ini kasus pembunuhan yang sudah direncanakan. Kami sangat puas dengan rekontruksi ulang yang sudah dilakukan tim penyidik. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Polda Sumsel yang sudah mengungkap kasus ini,”ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Herman, salah satu kerabat korban yang sengaja datang dari dari Kayu Agung, Kabupaten OKI. Menurut Herman, pelaku harus dihukum sesuai dengan hukum yang ada.

“Kita tidak bisa menentukan hukumannya, yang jelas pelaku harus dihukum setimpal dengan perbuatannya dan untuk itu kita serahkan kepada polisi untuk bisa mengungkap keberadaan dua pelaku lagi yang masih DPO. Atas nama keluarga korban kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Sumsel,”tandasnya.

Dari adegan rekontruksi ulang yang diperankan langsung oleh Yudi dan Ilyas, korban Apriyanita memang dibunuh dengan cara leher dijerat dengan tali di dalam mobil pada malam hari.
Sebelumnya korban duduk di bangku depan samping Yudi yang mengendarai mobil diberi minuman air mineral.

Ternyata air minum tersebut sudah dicampur pelaku dengan obat tetes mata yang sengaja dibeli di Indomaret.

Setelah tubuh korban lemas, posisi Ilyas duduk di bangku belakang korban mengambil tali tambang berwarna putih dan langsung menjeratnya. Korban dipastikan tidak bernyawa lagi setelah Yudi memeriksa detak nadi tangan korban.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Yudi merupakan otak pelaku pembunuhan Apriyanita yang merupakan seorang PNS Kementerian PUPR Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional.

Diakui Yudi, motif pembunuhan karena persoalan utang bisnis jual-beli mobil. Namun Yudi panik saat korban minta uang yang dipinjam sekitar Rp 200 juta.

Bisnis yang disebutkan tersangka Yudi ternyata palsu dan uang yang dipinjam sudah habis untuk foya-foya.

Akhirnya direncanakanlah pembunuhan pada tangal 9 Oktober 2019. Setelah dilaporkan hilang, Jumat 25 Oktober 2019, korban ditemukan di TPU Kandang Kawat Palembang yang dikubur secara tak wajar.

Setelah menetapkan Yudi dan Ilyas menjadi tersangka, tim penyidik Unit 1 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan rekontruksi ulang sebanyak 63 adegan untuk melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang. (dho)

 

Komentar

Berita Lainnya