oleh

Keluarga Korban Pembunuhan Tuntut Keadilan

-Hukum-165 views
MUARA ENIM – Keluarga korban pembunuhan mendatangi kantor Pengadilan Negeri Muara Enim. Membentang spanduk bertuliskan masih adakah keadilan di Indonesia, Selasa (18/6) sekitar pukul 09.30 WIB.

Keluarga korban ini, menuntut keadilan terhadap majelis hakim yang menyidangkan perkara pembunuhan sadis. Dengan korban Inah Antimurti (31), warga Dusun II, Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Yang mayatnya dibuang dan dibakar ditemukan di daerah Rambutan, Indralaya, Kabupaten OI beberapa bulan lalu.

Sidang perkara pembunuhan tersebut, memasuki pemeriksaan keterangan saksi-saksi. Yang diajukan Jaksa Penutut Umum (JPU) Mario Hurairo SH, Ester Mariza SH dan Balmento SH .

Sedangkan majelis hakim yang menyidangkan perkara tersbebut yakni Harianto Das’ at SH, Rio Nizar SH MH dan Dedek Agus Kurniawan SH MH.

Pelaku pembunuhan sadis tersebut dengan 5 orang terdakwa. Masing-masing bernama Abdul Malik, warga Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Periyanto, warga Pagar Jati, Kabupaten 4 Lawang. Dian Prayoga dan Febriansyah, keduanya warga Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Serta Asri Marulu, warga Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim.

“Kami datang ke pengadilan hari ini untuk mengikuti sidang kasus pembunuhan keluarga kami. Sidang pertama kami tidak mengikutinya. Baru sidang kedua ini kami mengikutinya,” jelas Zulkipli Lubis. Salah seorang keluarga korban didampingi keluarga korban lainnya ketika membentangkan spanduk didepan halaman PN.

Menurutnya, spanduk yang dibentangkan untuk menuntut keadilan. “Siapa tau ada permainan, tahu- tahu hukuman yang dijatuhkan kepada para terdakwa menjadi ringan,” tegasnya.

Dijelaskannya, keluarga korban meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa pelaku pembunuhan, seberat beratnya dan seadil adilnya. “Hukman berat yang kami maksudkan, meminta majelis hakim menghukum mati terdakwa,” tegasnya.

Lanjutnya, sampai kapan pun luka hati yang dialami keluarga tidak terobati. “Walaupun terdakwa pelaku pembunuhan dihukum mati, luka hati kami belum juga terobati,” tegasnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Muara Enim, Arpisol SH, yang berhasil dikonfirmasi mengatakan, bahwa perkara pembunuhan tersebut memasuki tahapan sidang pemeriksaan saksi saksi yang diajukan penuntut umum.

“Hari ini sidang kedua pemeriksaan saksi saksi yang diajukan penuntut umum. Sedang pertama telah dilakukan dengan mendengarkan dakwaan yang disampaikan penuntut umum,” jelas Arpisol.

Menurutnya, dalam dakwaannya, penuntut umum mendakwa kelima terdak dengan dakwaan pertama pasal 340 KUHP atau kedua 339 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau ke tiga pasal 338 KUPH Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Terhadap keinginan keluarga korban, yang jelas pengadilan akan memberikan yang terbaik bagi pencari keadilan. Pengadilan akan memberikan putusan kedilan bagi publik,” jelasnya.

Menurutnya, perkara tersebut, tergantung majelis hakim yang menilai, pada tahap pembuktian dalam persidangan.

Seperti diketahui Tima Gabungan Subdit III Jatanras Direskrim Polda Sumsel bersama Satreskrim Polres Ogan Ilir dan Unit Reskrim Polsek Gelumbang, Muara Enim langsung melakukan gerak cepat untuk mengkungkap kasus kematian wanita malang yang cukup keji dan sadis tersebut.

Hanya dalam hitungan jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap 5 pelaku yang terlibat pembunuhan sadis, menghabisi nyawa wanita malang bernama Inah Antimurti (31), warga Dusun II, Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, setelah melalui hasil pemeriksaan Forensik tim dokter RS Bhayangkara Palembang terhadap mayat korban yang ditemukan.

Para pelaku ditangkap di tempat yang berbeda pada Selasa (22/1). Keempat pelaku yang diamankan bernama, Feri (30), warga Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, yang merupakan seorang tunawicara. Pelaku terlibat ikut mengangkat dan membawa mayat korban ke tempat pembungan di Sungai Rambutan.

Kemudian Febriansyah (16), seorang pelajar warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, berperan memantau situasi saat mayat korban akan dibawa ke Sungai Rambutan setelah dibunuh di kamar kontrakannya di Desa Talang Taling. Pelaku juga ikut mengangkat kasur yang digunakan membawa mayat ko korban.

Tersangka berikutnya Abdul Malik (22), warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang yang berperan menahan kaku korban saat diperkosa pelaku Asri ( saat ini masih DPO karena melarikan diri). Kemudian menaikan mayat korban ke mobil dan ikut membawa mayat korban ketika dibuang ke Sungai Rambutan.

Selanjutnya, Dian Prayoga nalias Yoga (16), warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, berperan membeli minyak bensin untuk membakar mayat korban. Kemudian ikut membantu mengangkat kasus yang digunakan membawa mayat korban untuk dibuang.

Sedangkan pelaku Arsi, yang melakukan pemerkosaan kepada korban sebelum dibunuh, berhasil melarikan diri dan kini ditetapkan sebagai DPO. Selain mengamankan pelaku, tim gabungan juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit mobil pick up merek Daihatsu Granmax BG 9207 NH yang digunakan oleh para pelaku untuk mengangkat mayat korban untuk dibuang ke Sungai Rambutan.

Kemudian mengamankan 1 bilah kayu yang digunakan para pelaku untuk memukul kepala mkorban. Serta satu unit sepeda motor honda beat warna putih BG 3262 KAI milik korban yang berada di tangan saksi Andika (26), warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim dititipkan pelaku Asri dan Feri.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono, melaluin Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, Rabu (23/1) mengatakan, terungkapnya pelaku pembunuhan tersebut berdasarkan keterangan saksi Soparudin (60), Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim telah membuat laporan Polisi kehilangan anggota keluarganya bernama Inah Antimurti (31) berikut sepeda motor Honda beat warga putih BG 3261 KAI.

Tim gabungan melakukan penyelidikan keberadaan sepeda motor tersebut. Pada Selasa (22/1) sekitar pukul 10.00 WIB, lanjutnya, sepeda motor korban ditemukan berada di tangan saksi Andika (26), warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, yang dititipkan pelaku Asri dan Feri.

Berdasarkan petunjuk tersebut, ke empat pelaku berhasil dibekuk di lokasi yang berbeda. Sedangkan pelaku Asri masih dalam pengejaran dan tetapkan sebagai DPO. Berdasarkan keterangan para pelaku, lanjutnya, tempat kejadian perkara (TKP) awal terjadinya pembunuhan di rumah kontrakan yang ditempati pelaku Asri (DPO) di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang.

Sedangkan Sungai Rambutan, merupakan TKP kedua pembunuhan korban. “Keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini ditarik Subdit II Jatanran Direskrim Polda Sumsel untuk proses penyidikan selanjutnya. Keempat tersangka berikut barang buktinya telah dilimpahkan ke Polda,” jelasnya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya