oleh

Keluarga Korban Puas, Otak Pembunuh Inah Divonis Mati

-Sumsel-293 views

MUARA ENIM –  Pengadilan Negeri Muara Enim akhirnya menjatuhkan putusan terhadap tiga terdakwa kasus pembunuhan sadis, Inah Antimurti (31) yang tewas dibunuh dan mayatnya dibakar, Rabu (2/10).  Sang otak pelaku pembunuhan, Asri Marlin dijatuhi vonis mati oleh pengadilan. Sementara kedua pelaku lainnya, Abdul Malik dan Feriyanto masing-masing dihukum 20 tahun penjara.

Dalam sidang putusan tersebut, juga diwarnai aksi unjuk rasa dari keluarga korban yang menuntut para pelaku diberikan vonis mati dari pengadilan. Berdasarkan pantauan, massa berjumlah puluhan tersebut juga membawa spanduk berisi tentang harapan mereka.

Situasi ini pun membuat pihak kepolisian Polres Muara Enim menerjunkan puluhan personel untuk mengamankan aksi massa serta jalannya sidang. Sidang putusan terhadap terdakwa Asri dibuka dan terbuka untuk umum di mulai pukul 10.50 WIB.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Haryanto Das’at, SH, MH, dan didampingi Hakim Anggota, Hartati, SH dan Dedek Agung, SH menjatuhkan vonis mati terhadap terdakwa Asri, sang otak pelaku pembunuhan sadis.

“Menyatakan terdakwa Asri Marlin Bin Roziq bersalah melakukan pembunuhan berencana dan menjatuhkan hukuman mati,”kata Haryanto membacakan putusan.

Setelah menjatuhkan vonis mati terhadap Asri, Pengadilan Muara Enim melanjutkan kembali sidang untuk pembacaan putusan terhadap terdakwa Abdul Malik Bin Muslim dan Ferianto Bin Zulkifli.  Adapun putusan Sidang terhadap kedua terdakwa berupa  20  tahun penjara.

Atas putusan tersebut keluarga korban merasa puas dan menerima atas putusan hakim terhadap terdakwa. Sehingga keluarga korban membubarkan diri dengan tertib usai menjalankan aksi unjuk rasa didepan gedung pengadilan.

Zulkipli Lubis, salah seorang keluarga korban didampingi keluarga korban lainnya menyebut hasil putusan pengadilan tersebut sesuai harapan mereka. “Kami merasa puas dengan putusan ini, otak pelaku dihukum mati,”kata Zulkipli.

Dijelaskannya, keluarga korban memang berharap majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa pelaku pembunuhan, seberat beratnya dan seadil adilnya. “Hukuman berat yang kami maksudkan, meminta majelis hakim menghukum mati  terdakwa,” tegasnya.

Karena, lanjutnya, sampai kapanpun luka hati yang dialami keluarga tidak terobati. “Walaupun terdakwa pelaku pembunuhan dihukum mati, luka hati kami belum juga terobati,” tegasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya