oleh

Kemarau, 10 Ha Lahan Pinggir Jalan Terbakar

PAGARALAM – Musim kemarau panjang melanda Kota Pagaralam, berlangsung dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, mulai berpengaruh buruk terhadap kondisi lingkungan, tidak hanya menyulitkan masyarakat memperoleh air bersih, tak jarang lahan kering di pinggir jalan pun terbakar.

Seperti halnya peristiwa kebakaran lahan, terjadi di pinggiran Jalan Negara Kelurahan Kance Diwe, Kecamatan Dempo Selatan, Selasa (6/8) siang, sekitar lebih kurang 10 Hektar lahan di pinggir jalan ini hangus terbakar.

Untuk memadamkan api agar tidak menjalar, pihak Kecamatan dan warga sekitar pun meminta bantuan, kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pagaralam untuk bisa segera menanggulangi kebakaran lahan ini.

Tak beselang lama, begitu kendaraan Damkar tiba di lokasi, petugas langsung bergerak cepat, dengan menyemprotkan air ke titik api, sehingga kobaran api merah dan asap putih tebal pun perlahan mulai menghilang.

Meski demikian, petugas tetap melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran lahan, untuk memastikan tidak ada lagi, titik ataupun bunga-bunga api, yang dapat menimbulkan percikan api, kemudian bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Kita memperoleh informasi kebakaran lahan itu, sekira pukul 12.30 WIB dari kabar yang diberikan warga sekitar, seketika kita langsung menghubungi petugas BPBD, agar bisa cepat menuju ke lokasi lahan terbakar, guna melakukan pemadaman api,” ujar Camat Dempo Selatan Dra Suterimawati MM, kemarin.

Diakui Suterimawati, penyebab terjadinya kebakaran sendiri, hingga kini masih belum dipastikan, apakah ada unsur kesengajaan dari orang-orang tidak bertanggungjawab, atau memang karena adanya gesekan dari daun kering, yang memicu terjadinya percikan api.

“Kita mengimbau kepada pengguna jalan, agar tidak membuang puntung rokok secara sembarangan, terlebih lagi di tengah musim kemarau, yang sekarang tengah berlangsung, sebab hal itu bisa memicu terjadinya kebakaran,” imbuhnya.

Dikatakan Suterimawati, pembakaran hutan, lahan atau ilalang, serta semak belukar adalah tindak kejahatan, karena dapat menimbulkan dampak, terhadap kerusakan lingkungan hidup (flora, fauna), gangguan kesehatan karena asap.

“Selain itu, ada gangguan terhadap kegiatan masyarakat Nasional dan Internasional (pendidikan, transportasi dan perekonomian), serta citra bangsa Indonesia di lingkungan masyarakat Internasional. Berkenaan dengan hal itu, maka kita turun mensosialisasikan ke seluruh masyarakat, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya