oleh

Kembalikan Harimau ke Habitatnya !

PAGARALAM –  Harimau Sumatera kembali menampakkan lorengnya di perkebunan penduduk Pagaralam. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bakal membuat perangkap untuk mencegah konflik munculnya harimau-manusia .

Informasi yang didapat kemarin menyebutkan, harimau terlihat di perkebunan Talang Subuk, Kelurahan Curup Jare Kecamatan Pagaralam Utara. Harimau ini meninggalkan jejak yang terserak di perkebunan kopi dan sayur.

“Menurut saksi mata, jumlah harimau itu ada tiga ekor,” ujar Marlin, anggota Satgas BPBD Pagaralam, ketika dihubungi wartawan.  Jejak harimau mengarah ke kawasan Bukit Timur, Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat.

Sementara itu, Hendri seorang Dusun Rimba Candi Kelurahan Candi Jaya Kecamatan Dempo Tengah mengaku mendengar auman harimau ketika berada di kebun. Kejadiannya Sabtu (30/12) sekira pukul 09.30 WIB.

Saat itu cerita Hendri, dirinya membawa bibit untuk ditanam di dalam kebun. Di tengah jalan, Hendri mendengar auman harimau. “Suaranya bergema, seperti ada di mana-mana,” ucapnya. Tak mau mengambil resiko, Hendri balik kanan. Motor beserta bibit kayu pun ditinggalkan  begitu saja di tengah jalan.

Kemunculan harimau bukanlah kali pertama. Inilah sebabnya BKSDA perlu cepat bertindak, paling tidak dengan mengembalikan harimau ke habitatnya lagi. Ini untuk memininalisir jatuhnya korban jiwa. Juga supaya mencegah manusia melakukan aksi yang melanggar hukum.

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah II Lahat Martialis Puspito mengatakan, pihaknya akan segera menganalisis kemunculan harimau Sumatera di kawasan Talang Subuk, Curup Jare. Ini dilakukan untuk menentukan perlu tidaknya pemasangan perangkap.

“Kalau memang harimau itu berhari-hari di sana, ini perlu kita pasang perangkap. Takutnya muncul konflik dengan manusia,” ujar Ito-sapaan Martialis Puspito-ketika dihubungi kemarin.

Sebaliknya bila harimau tersebut hanya ‘sekedar lewat’, Ito menambahkan, masyarakat tak perlu panik. Ito memastikan , harimau bukanlah tipe satwa yang menyerang tanpa sebab. “Kalau tidak diganggu, harimau tidak akan menyerang,” ucapnya.

Beda Koridor, Beda Harimau

HARIMAU Sumatera yang muncul di Talang Subuk, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara kemarin berhabitat di hutan lindung koridor Gunung Dempo. Karenanya harimau ini beda koridor dengan yang muncul di Dusun Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Lahat Martialis Puspito mengatakan, pihaknya baru menganalisis lokasi kemunculan harimau Sumatera di Talang Subuk. Lokasi ini lanjut dia, masih tergolong sebagai penyangga Hutlin Gunung Dempo. “Si harimau itu masuk koridor Gunung Dempo,” ucap Ito-sapaannya-ketika dihubungi kemarin.

Koridor Hutlin Gunung Dempo membentang dari Gunung Dempo Pagaralam, Jarai Kabupaten Lahat dan Lintang Kabupaten Empat Lawang. Ini semua kata Ito, masuk dalam jangkauan jelajah harimau Sumatera.

Itulah sebabnya Ito menduga, harimau yang muncul di Talang Subuk adalah sama dengan yang muncul di Kampung IV, Tugu Rimau Gunung Dempo beberapa waktu lalu. Harimau ini menjelajahi koridornya. “Dan Talang Subuk masuk dalam jangkauan jelajahnya,” ucapnya.

Bagaimana dengan harimau di Rimba Candi? Kata Ito, harimau yang muncul di Rimba Candi memiliki koridor berbeda dengan yang di Gunung Dempo. Harimau di Dusun Rimba Candi masuk dalam koridor Hutlin Pulau Panas. Koridor ini lanjut Ito, membentang dari Pulau Panas Tanjung Sakti Lahat, Rimba Candi Pagaralam hingga Semende Kabupaten Muara Enim. (ald)

Komentar

Berita Lainnya