oleh

Kembangkan Desa Wisata, Kemenparekraf Gandeng Perguruan Tinggi

SUMEKS.CO – Untuk mengembangkan sebuah desa menjadi tujuan wisata, tentunya dibutuhkan lembaga dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki potensi. Salah satunya dengan menggandeng pihak perguruan tinggi untuk mengembangkan desa menjadi desa wisata.

Hal inilah yang saat ini dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI). Lewat Sosialisasi Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendampingan yang dilaksanakan di Hotel Aston Palembang, Rabu (12/2).

Menurut Direktur Pengembangan SDM Kepariwisataan Kemenparekraf RI, Wisnu Bawa Tarunajaya, kemampuan untuk mengelola potensi daerah menjadi kawasan wisata perlu dilakukan dengan pengembangan wisata desa yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kepariwisataan bagi masyarakat.

“Oleh karena itulah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan pembekalan ilmu untuk lembaga pendidikan mengelola desa yang awalnya biasa, menjadi desa wisata yang layak dikunjungi dan jadi tujuan para wisatawan,” ungkap Wisnu.

Ditambahkan Wisnu, program pendampingan ini sudah pernah dilakukan pihaknya pada tahun lalu yang diikuti 65 perguruan tinggi di Indonesia. Untuk tahun ini pihaknya melibatkan 117 perguruan tinggi, salah satunya di Sumsel.

“Nantinya, perguruan tinggi di Sumsel membuat proposal bagaimana mereka akan membina minimal satu desa wisata. Untuk kriteria desa wisata sendiri ada empat yakni rintisan, berkembang, maju dan mandiri,” jelasnya.

Diakuinya, tujuan digelarnya pendampingan desa wisata ini menyadarkan masyarakat khususnya di desa mengenai produk wisata daerah. Masyarakat harus tahu dan menggali apa saja produk pariwisata di desa mereka yang bisa dikembangkan.

Dengan hidupnya pariwisata di desa, tentunya dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Dimana roda perekonomian akan meningkat, banyaknya kunjungan wisatawan dan meminimalisir tindak kriminal di desa.

“Melalui kegiatan ini perguruan tinggi dan desa sama-sama diuntungkan. Perguruan tinggi diuntungkan untuk pengabdian masyarakat di Desa. Kemudian untuk desa, daerahnya menjadi terbangun, masyarakatnya berkembang dan ekonomi desa bisa berputar,” pungkasnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya