oleh

Kemenag Apresiasi Umat Beragama yang Taat Menerapkan PSBB

Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi kepada seluruh umat beragama yang mengikuti anjuran para tokoh agama dan anjuran pemerintah untuk melaksanakan ibadah di rumah , dalam rangka menerapkan physical distancing, demi menghambat penyebaran Covid 19. Hal ini sebagai bentuk ketaatan beribadah sebagai umat beragama dan bentuk tanggungjawab warga negara.

“Larangan beribadah di masjid dan tempat ibadah lainnya dalam kondisi pandemi Covid 19 semata untuk menjaga keselamatan jiwa, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” kata Wakil Menteri Agama, KH Zainut Tauhid dalam keterangannya.

Zainut menuturkan, menjaga keselamatan jiwa merupakan salah satu kewajiban utama dalam beragama. Selain itu, menjaga jiwa juga erat kaitannya untuk menjamin atas hak hidup manusia seluruhnya tanpa terkecuali.

Menurutnya, ada pemahaman yang salah terhadap penerapan PSBB, yakni membandingkan terjadinya pembatasan di tempat ibadah dengan tempat lainnya seperti pabrik, pasar atau tempat berkerumun lainnya. Jika di tempat ibadah penerapannya dilaksanakan secara ketat, misal dengan digembok atau dengan tindakan pembubaran ibadah.

Hal ini menimbulkan salah paham seakan ada diskriminasi perlakuan. Padahal, lanjut Zainut, seharusnya tidak dalam posisi yang diperhadapkan antara pembatasan di tempat ibadah dengan pabrik atau pasar, karena berkaitan dengan upaya penyelamatan jiwa umat manusia. Sehingga harus dimaknai sebagai kewajiban dan perintah agama, yang berlaku untuk siapa saja dan dimana saja.

“Umat beragama seharusnya bersyukur karena dari sekian pembatasan yang ada, umat beragama termasuk yang paling banyak menaatinya, sehingga keselamatan akan kembali kepada dirinya,” pungkasnya.

Komentar

Berita Lainnya