oleh

Kemenparekraf Paparkan Aturan Gelar Konser di Tengah Pandemi Covid-19

SUMEKS.CO- Banyak musisi khususnya para musisi lokal kehilangan pekerjaan akibat Covid-19. Panggung-panggung musik off air yang selama ini bebas digelar harus dihentikan sejak sekitar 8 bulan belakangan. Namun kemungkinan, dalam beberapa waktu ke depan konser musik di ruang terbuka bakal diperbolehkan lagi dengan mengikuti aturan protokol kesehatan yang ketat.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah membuat panduan teknis pelaksanaan konser di tengah pandemi. Staf Ahli Kemenparekraf Ari Juliano Gema dalam sebuah acara  yang mengusung tajuk Konser Aman di Tengah Pandemi Covid-19, mengungkapkan sejumlah aturan yang harus dipenuhi apabila akan menggelar konser di ruang terbuka.

Dalam penjelasannya, Arie Juliano membagi aturan tersebut menjadi panduan umum dan panduan khusus. Panduan umum berisi tentang kewajiban semua pihak baik itu artis pengisi acara, kru, sampai penonton harus mengikuti aturan standar protokol kesehatan umum seperti wajib menjaga jarak, menggunakan masker dan cuci tangan.

“Itu harus ditegakkan secara konsisten dalam berbagai kegiatan termasuk pertunjukan musik. Penyelenggara kegiatan di area publik wajib mematuhi imbauan pemerintah daerah atau satuan tugas penanganan Covid 19 daerah setempat,” kata Ari.

Sementara, panduan khusus yang dibuat Kemenparekraf memiliki empat point, berdasarkan pemaparan Ari Juliano. Pertama, musisi dan para pendukung pertunjukan sudah harus melakukan tes Covid-19 dengan hasil negatif jelang tampil di atas panggung. Kedua, musisi yang tampil sedapat mungkin harus menggunakan peralatan pribadi dan tidak menggunakan alat musik secara bergantian.

Ketiga, Penonton harus berjarak aman minimal 1,5 meter. Gambaran jaga jarak aman ini telah berhasil dilakukan saat konser drive-in. Atau jaga jarak menggunakan konsep blocking area. Keempat, penyelenggara harus dapat memastikan tidak terjadi kerumunan baik sebelum maupun setelah pertunjukan.

“Pemesanan tiket dilakukan via online dan tidak perlu ada pemeriksaan terlalu lama,” katanya.

Widi Puradiredja, personel grup band Maliq & D’Essentials mengapresiasi adanya panduan teknis yang telah dibuat oleh Kemenparekraf. Dia merasa aturan teknis ini perlu disosialisasikan kepada penyelenggara acara-acara musik di berbagai daerah mengetahui dan mematuhinya.

“Mungkin sosialisasinya bukan hanya dilakukan di kalangan EO. Ada banyak kolektif yang menggelar acara musik namun dalam skala kecil,” ungkap Widi.(jawapos/jpg)

Komentar

Berita Lainnya