oleh

Kementan Kuatkan UPT, Agar SDM Pertanian Profesional

SUMEKS,CO – Tak hanya lakukan fokus di Kostratani Sumatera Selatan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), BPPSDMP juga melakukan penguatan SDM di Unit Pelaksana Teknisnya (UPT) yang ada di Sumatera Selatan, yakni SMK PP Negeri Sembawa, Banyuasin (11/3/2021).

Kepala SMK PP Negeri Sembawa Ir. Mattobi’i, MP mengawali pembinaan penguatan SDM dengan paparan singkat profil UPT Pendidikan Kementan ini.  “Sekolah ini dulu lebih dikenal dengan nama SPMA yang berdiri pada tahun 1955. Saat ini memiliki empat program studi Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Tanaman Pangan Hortikulutra, Agribisnis Ternak Unggas, dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertananian. Dengan jumlah siswa 429 orang memiliki tenaga PNS sebanyak 75 orang dan THL 25 orang, untuk potensi kita memiliki lahan cukup luas sebesar 97 Hektar,” buka Mattobi’i.

Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr dalam pembinaannya memacu semangat kerja seluruh pegawai SMK PP Negeri Sembawa.  “SMK PP Negeri Sembawa adalah salah satu UPT BPPSDMP, yang ]tugas pokok dan fungsi ]menjalankan salah satu tugas pokok dan fungsi Badan SDM, apa tugas dan fungsi bahan SDM yakni menghasilkan SDM pertanian yang profesional, berdaya saing dan entrepreneur,” ujar Dedi.

BPPSDMP memiliki tiga pilar yaitu penyuluhan, pelatihan vokasi, dan pendidikan vokasi untuk mencetak petani milenial. Tiga ini saling berhubungan dan berkaitan untuk mencapai tujuan BPPSDMP dan BPPSDMP memperkuat visi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk pertanian maju, madiri, modern.

Nah, SMKPPN adalah pilar pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang profesional, berdaya saing, entrepreneur. “Kenapa kita harus menghasil SDM yang profesional, berdaya saing, entrepreneur karena dulu pertanian adalah kekewajiban, keterpaksaan, kebiasaan sedangkan di zaman sekarang pertanian harus berbasis bisnis, itu adalah esensi pertanian,” ujarnya.

Minat pemuda terhadap pertanian berkurang, karena masih dianggap kere, kucel. Makanya mindset pertanian harus diubah menjadi tidak kotor, tidak dekil, kita tunjukkan pertanian menghasilkan uang yang banyak.

Komentar

Berita Lainnya