oleh

Kenalan di Facebook, Bawa Kabur Anak Gadis Di bawah Umur

-Hukum-186 views
MUSI RAWAS – Terbius pergaulan bebas di media sosial, membuat sepasang kekasih lintas kabupaten Mura-Empat Lawang, nekat melakukan hubungan Intim layaknya pasangan suami istri. Sabtu (2/3) dini hari, sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara itu di cokok polisi, di Desa Karang Dapo Lama, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang.
Informasi dihimpun, Mawar (14) merupakan warga Desa Marga Tani, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas (Mura), menjalin hubungan asmara dengan Elan Giota (25) warga Desa Karang Dapo Lama, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, melalui pertemanan media sosial facebook sejak tiga bulan terakhir.
Hubungan mereka semakin intens dan hampir setiap hari melakukan chat mesra, setiap waktu luang. Selasa (19/2) sekira pukul 14.00 WIB, Elan mengajak Mawar kencan dan meminta agar menemuinya secara langsung. Marwar yang sudah kebelet cinta pertamanya, akhirnya nekat menghampiri Elan ke Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.
Kepergian Mawar ternyata tidak diketahui oleh sanak keluarganya, sehingga hari itu dia dilaporkan hilang oleh keluarganya ke pihak kepolisian. Waktu penelusuran yang dilakukan kerabat korban, masih ada peluang bisa menemukan Mawar karena koneksi handpone yang dimilikinya masih berfungsi kendati saat dihubungi tidak pernah di jawab.
Berkali-kali pihak keluarga mencoba berkomunikasi, melalui sambungan celuler maupun pesan singkat. Dan berusaha untuk menghubungi korban, pihak keluarga hanya mendapat balasan jika kondisi Mawar saat itu baik-baik saja dan tengah berada di rumah rekannya.
Agus orang tua korban, semakin curiga dengan kondisi anaknya tersebut. Dia kembali membujuk korban agar pulang ke rumah di Kecamatan Jaya Loka, Kabupaten Mura. Namun korban enggan dan mengatakan, akan melangsungkan pernikahan dengan pelaku.
Informasi itu semakin membuat pihak keluarga korban geram dan resmi melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Jumat 1 Maret 2019 sekitar pukul 02.30 WIB, berdasarkan informasi yang di dapatkan Unit Reskrim Polsek Jayaloka dari orang tua korban Agus Wahyudi, keberadaan Mawar diketahui berada di Desa Karang Dapo Lama, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang.
Kapolres Mura AKBP Suhendro melalui Kapolsek Jaya lokal, Iptu Rosidi langsung mengirimkan sejumlah anggota untuk menjemput paksa kedua pasangan tersebut, berdasarkan laporan pihak keluarga. “Rencananya mereka akan melangsungkan pernikahan di bawah tangan. Tapi sebelum itu dilakukan langsung kami tangkap,” Kata Kapolsek.
Saat penangkapan, tidak ada perlawanan dari pihak terlapor. Karena pihak kepolisian menjelaskan ke keluarga terlapor, jika perbuatan yang dilakukan Elang merupakan tindakan melanggar hukum karena membawa lari anak perempuan di bawah umur.
Keduanya langsung di bawa ke Polsek Jaya Loka untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Berdasarkan pengakuan Elan, mereka sudah lebih 10 kali melakukan hubungan badan. “Kami pacaran sejak awal Januari 2019. Selamo dengan aku, di bawa keliling ke hotel Musi Raya, tebing, samo tempat kaka di Talang Padang,” ujar pelaku ke petugas.
Dia mengaku, tidak menyadari aksi yang mereka lakukan itu melanggar hukum, karena perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Namun pihak kepolisian tetap memproses kasus itu, karena berdasarkan bukti laporan dari keluarga korban dan usia korban yang masih di bawah umur.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya