oleh

Kepada Yth Keluarga Bapak H. Suparno Wonokromo

Innalillahi wainnailaihi rojiun

Kami sekeluarga turut berduka cita atas wafatnya Almarhum H.Suparno bin Wonokromo; semoga almarhum husnul khotimah. Dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wata’ala.

Almarhum merupakan guru kita, panutan/tauladan dan seorang pemimpin yang baik. Pandai bergaul kepada semua kalangan.  Termasuk para bawahannya sekaligus sosok yang mengayomi. Kalau benar akan dia katakan benar dan kalau salah akan diberi nasehat dan tegas.

Almarhum bekerja keras memimpin Harian Sumeks sejak tahun 1998 yang oplah korannnya hanya 250 eksemplar, dan terus bertambah sampai pernah melejit,  mencapai 60.000 eksemplar lebih. Halamanya, dengan halaman +/- 30 halaman dan sampai 60 halaman meskipun tenaga dan fasilitas yang terbatas.

Tapi,  tidak menjadi penghalang almarhum untuk memimpin Sumeks sampai menggurita ke seluruh kabupaten kota di Provinsi Sumatera Selatan. Bahkan, sampai merambah ke Pulau Jawa.

Ada pengalaman saya yang tidak terlupakan bersama almarhum, pada saat saya sebagai fotografer Sumeks yang tergelitik. Yaitu  untuk mengeksplor sebuah tempat objek wisata yang belum terekspos. Yakni tempat wisata gua Napa  Licin di Kabupaten Musi Rawas (kini masuk Muratara) . Dan untuk menuju ke sana harus melalui medan yang berat.

Saya tawarkan ke beberapa rekan wartawan untuk ke sana,  tapi tidak ada yang bersedia. Sehingga hal ini saya utarakan kepada almarhum, dan ternyata slmarhum merespon dan mendukung penuh.

Almarhum berkata,  “kalau pak Dul benar-benar ingin kesana mari saya antar apapun resikonya.” Sehingga Almarhum ikut serta bersama pengemudi perahu dalam perjalanan tersebut dengan menggunakan perahu yang melalui sungai deras berbatuan dan harus menginap 1(satu) malam.

Selain  itu pernah juga sewaktu Sumeks masih menggunakan camera analog. Masa pemakaian kamera digital masih langka, oleh karena sesuai tuntutan zaman, saya usulkan kepada almarhum untuk kemajuan Sumeks agar dapat mengadakan kamera digital yang dibeli di Singapura.

Almarhum menyetujuinya dan kami berangkat ke sana bertepatan dengan bulan Ramadhan dan harus menginap. Saat di sana saya mengalami demam dan harus makan sahur, dengan tulus nya di tengah malam almarhum ke luar untuk mencari bubur agar saya bisa sahur dan agak terkejut saya dibangunkan almarhum agar bersama-sama makan sahur.

Ini hanya sekelumit kebaikan-kebaikan yang ditebar Almarhum. Khususnya kepada saya pribadi, tapi saya yakin lebih banyak lagi kebaikan-kebaikan almarhum yang ditebar kepada yang lain.

Untuk itu saya bersaksi Almarhum H. Suparno bin Wonokromo adalah orang yang baik dalam hidupnya, Insyaa Allah Almarhum diampuni dosa-dosanya diterima amal ibadahnya dan di tempatkan disebaik-baiknya tempat di dalam barisan pengikut Rasullullah Muhammad SAW.

Aamiin Y Robbal’alamin.

Demikian disampaikan sekelumit perjalanan almarhum semasa hidupnya bersama saya.

Wassalam

H. Dulmukti Djaja

Komentar

Berita Lainnya