oleh

Kepala Bappeda Muara Enim Tidak Dibawa Tim KPK

MUARA ENIM – Pasca penggeledahan kantor Bappeda Muara Enim oleh Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/3) malam dan beredar isu bahwa Kepala Bappeda H Ramlan Syuryadi ST MSi dibawa Tim Penyidik KPK dibantah Seketatis Daerah (Sekda)  Muara Enim Ir H Hasanudin MSi.

“Ramlan tidak bawa. Informasinya Ramlan hanya diajak (Tim Penyidik KPK, red) dari rumahnya untuk mendampingi penggeledahan dikantor Bappeda,” ujar Hasanudin kepada awak media, Jumat (13/3).

Penggeledahan yang dilakukan Tim Penyidik KPK, kata dia, dirinya ikut monitor. “Selaku Sekda saya harus tahu dan melakukan monitor. Jadi tidak benar kalau Ramlan ikut dibawa Tim Penyidik KPK,” jelasnya.

Lanjutnya, Tim Penyidik KPK hanya membawa berkas dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Suatu Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2019.

“Yang dibawa tim penyidik KPK hanya dokumen RKPD dan KUAPPAS tahun 2019. Untuk aktivitas ASN tetap berjalan seperti biasa. Disamping itu kita harus siap, koperatif dan harus seperti itu,” ujar Hasanudin.

Pemberitaan sebelumnya, Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan ruang kerja Pimpinan Dewan DPRD Muara Enim dan ruang kerja kepala Bappeda serta Ruang Bidang 4 Bappeda,  Kamis (12/3).

Tim penyidik KPK dibagi dua tim berjumlah 8 orang sekitar pukul 13.30 WIB melakukan penggeledahan kediaman Kepala Bappeda Muara Enim dan Ketua DPRD Muara Enim menggunakan dua unit mobil Toyota Kijang Innova Reborn warna hitam BG 1522 RE dan BG 1905 UQ.

Kemudian, pukul  15.45 WIB tim kedua penyidik KPK menggunakan dua unit mobil Toyota Kijang Innova Reborn warna hitam BG 1752 NQ, BG  1574 ZE, melakukan penggeledahan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD)  Kabupaten Muara Enim.

Setelah dua jam diruangan Ketua DPRD Muara Enim, Tim Penyidik KPK melanjutkan perjalanan menujuh Kantor Bappeda Muara Enim. Ternyata Tim Penyidik yang melakukan menggeledahan kediaman Kepala Bappeda dan kediaman Ketua DPRD Muara Enim sudah lebih dulu tiba kantor Bappeda.

Tampak Tim Penyidik KPK tengah sibuk keluar masuk ruangan kerja Kepala Bappeda dan Ruang Bidang 4 mendapat penjagaan ketat anggota kepolisian Polres Muara Enim. “Kita berjumlah 8 orang,” ujar siangkat salah satu Tim Penyidik KPK disela-sela melakukan penggeledahan Ruang Kerja Kepala Bappeda dan Ruang Bidang 4.

Setelah 4 jam melakukan penggeledahan dikantor Bappeda Muara Enim tapatnya pukul 22.12 WIB Tim Penyidik KPK keluar dengan membawa koper dan melanjutkan perjalanan ke arah Palembang.

Terpisah, Plt Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri mengaku belum dapat informasi adanya tim yang ke Muara Enim. “Nanti saya cek dulu,” katanya, tadi malam.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK RI Roy Riyadi juga tidak tahu kepastian ada tidaknya penggeledahan di Muara Enim.  Untuk kasus ini, dua terdakwanya yakni Ahmad Yani (Bupati non aktif) dan Elfin MZ (PPK Dinas PUPR) masih jalani sidang di Pengadilan Tipikor Palembang. Agendanya mendengarkan keterangan para saksi. (tim)

Komentar

Berita Lainnya