oleh

Kepala BPIP Bakal Dilaporkan ke Polisi Gara-Gara Sebut Agama Musuh Besar Pancasila

JAKARTA – Simpatisan Koordinator Bela Islam (Korlabi) akan melaporkan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu dilayangkan buntut pernyataan Yudian Wahyudi yang menyebut musuh terbesar pancasila adalah agama.

“Korlabi sedang akan bahas dalam rapat untuk mengagendakan untuk melaporkan Yudian Wahyudi ke polisi,” kata Sekretaris Jenderal Korlabi, Novel Bamukmin saat dikonfirmasi Pojoksatu, Jumat (14/2).

Novel akan melayangkan laporan terhadap Yudian atas kasus penista agama. Sebab, Yudian dinilai telah mendeskriditkan agama.

Hanya saja, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 ini belum bisa mebeberkan waktu pelaporan akan dibuat.

“Iya (kita laporkan kasus penista agama), masih dibahas dalam rapat (waktu pelaporan),” ungkapnya.

Sebelumnya, Yudian Wahyudi mengatakan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, telah diterima oleh mayoritas masyarakat.

Hal itu seperti tercermin dari dukungan dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah, sejak era 1980-an.

Namun, memasuki era reformasi, asas-asas organisasi termasuk partai politik boleh memilih selain Pancasila, seperti Islam.

Hal ini sebagai ekspresi pembalasan terhadap Orde Baru yang dianggap semena-mena.

“Dari situlah sebenarnya Pancasila sudah dibunuh secara administratif,” kata Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi.

Belakangan, katanya, juga ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri, yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Mereka antara lain membuat Ijtima Ulama untuk menentukan calon wakil presiden.

Ketika manuvernya kemudian tak seperti yang diharapkan, bahkan cenderung dinafikan oleh politikus yang disokongnya, mereka pun kecewa.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya.”

“Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” ucap Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta ini. (fir/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya