oleh

Kepsek SMPN 7 Gelumbang : Kami Serahkan untuk Diproses Hukum

INDRALAYA– Empat tersangka pelaku yang ditangkap terhadap korban pembunuhan disertai dengan pembakaran Inah Antimurti (21). Warga Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang yang mayatnya ditemukan sudah gosong di kawasan SP1 Dusun IV KTM Desa Sungai Rambutan Minggu (20/1) sekitar pukul 14.00 Wib. Atau sekitar 1 km dari Tugu KTM, ternyata salah satunya masih berstatus pelajar yakni Febriansyah (16) .

Febriansyah tercatat sebagai siswa kelas VIII SMPN 7 Gelumbang Kabupaten Muara Enim. ”Benar Febriansyah masih pelajar. Sedangkan teman sebayanya Dian Prayoga (16), siswa putus sekolah,”kata Kades Talang Taling, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Syafran. Ketika ditemui koran ini dikediamannya hari ini (24/1).

Menurut Syafran, tidak ada cacatan buruk terhadap empat pelaku yang telah ditangkap. Termasuk Asri yang katanya masih buron dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Setahu saya tidak ada laporan. Termasuk cacatan buruk terhadap keempat tersangka yang telah ditangkap, termasuk Asri (buron),”ujar Syafran yang baru menjabat 3 tahun sebagai kades Talang Taling.

Dijelaskannya, “Feri memang kondisi tuna rungu sejak lahir. Abdul Malik memang pekerjaannya serabutan.  Dian Prayoga remaja putus sekolah. Dan Febriansyah memang statusnya masih pelajar.” terang Syafran yang mengaku harus mengurus warganya sebanyak 4619 jiwa atau 1100 kk.

Kepsek SMPN 7 Gelumbang Asmawi MPdi. Didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Fil Ardi membenarkan. Kalau Febriansyah adalah siswanya yang duduk di bangku kelas VIII.

“Kami benar-benar terkejut. Kalau siswa kami bernama Febriansyah terlibat dalam kasus pembunuhan. Padahal kesehariannya tidak menunjukkan sifat kurang baik. Semua berjalan biasa saja, sekolahnya rajin datang, meski dia (Febriansyah) siswa yang sedang-sedang saja dalam prestasinya,”katanya .

Namun dalam kasus ini. Pihak sekolah belum mengambil kebijakan atau keputusan terhadap siswanya yang terlibat kasus pembunuhan.”Biarlah masalah ini  kami serahkan dan berproses secara hukum. Kami dari lembaga sekolah belum mengambil tindakan apa-apa,”terang Asmawi.(sid)

 

Komentar

Berita Lainnya