oleh

Kerbau Daerah ini Jadi Percontohan

RUPIT – Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara merupakan salah satu lokasi dari dua wilayah di Provinsi Sumsel yang menjadi rujukan peternakan kerbau di Indonesia. Pasalnya, selain banyak warga yang menggembalakan kerbau. Di wilayah ini kerbau menjadi salah satu aset berharga bagi warga desa.

Hampir di sepanjang Jalan Lintas Sumatera di wilayah Kabupaten Muratara, didapati puluhan bahkan ratusan hewan kerbau yang digembalakan oleh masyarakat.

Amir, salah satu penggembala kerbau di Muratara menuturkan, tradisi menggembala kerbau ini sudah diwariskan sejak turun temurun di kabupatennya.

“Kemarin banyak warga dari luar daerah seperti Sulawesi, dari Pulau Jawa yang datang ke sini. Mereka mau belajar gembala kerbau, kata mereka kerbau di sini gemuk-gemuk dan sehat,” kata Amir, Ahad (6/10).

Dia mengaku, rata-rata masyarakat di Muratara menggembalakan kerbau secara liar. Tidak memerlukan teknik khusus dalam melakukan perawatan, Karena kerbau biasa hidup di lingkungan yang tidak terkekang.

“Kerbau beda sama sapi, kalau kerbau di kandang badannya akan kurus seperti kurang gizi. Di sini banyak ladang luas, jadi kerbau warga sengaja dilepas untuk cari makan sendiri,” ucapnya.

Amir menuturkan, Kerbau di Muratara tidak bedanya dengan emas berjalan. Karena potensi ekonomi kerbau dianggap sangat menjanjikan.

“Selain tahan penyakit dan kondisi alam, harga kerbau juga selalu tinggi,” tegasnya.

Kerbau asal Muratara kerap kali dibeli oleh masyarakat dari luar daerah seperti Madura, Sulawesi, Medan, dan daerah lainnya. Untuk satu ekor kerbau, biasanya dijual warga dengan harga cukup beragam dari Rp15 juta ekor hingga Rp50 juta/ekor.

“Rata-rata banyak yang beli dari luar daerah. Tergantung kebutuhan mereka, ada yang untuk bajak sawah ada juga yang beli untuk pacuan. Tapi untuk masyarakat di sini justru kebalikannya, jarang yang beli kerbau dari daerah lokal,” bebernya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya