oleh

Kerinci Bisa Terancam Krisis Pangan

SUMEKS.CO- JAMBI- Kabupaten Kerinci terancam tidak lagi menjadi daerah pangan Provinsi Jambi. Ini dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir, lahan sawah terus berkurang, akibat alih fungsi lahan.

Sejak 2017 hingga 2019 lahan sawah berkurang sekitar 9.339 hektaree. Dikhawatirkan, jika pengurangan ini terus terjadi, Kerinci akan krisis pangan dalam beberapa tahun ke depan.

Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kerinci, tahun 2017 lahan sawah di Kerinci 19.215 hektaree, kemudian di tahun 2018 berkurang menjadi 18.016 hektaree atau turun sekitar 1.199 hektaree. Di tahun 2019, luas lahan hanya tersisa 12.879 hektare berkurang sekitar 5.140 hektare, dari tahun 2018.

Jika ditotal sejak 2017 sampai 2019 luas lahan sawah di Kerinci berkurang 9.339 hektare. Kepala BPS Kerinci, Refia Hendrita, melalui Wirdianto Koordinator Fungsi Statistik Distribusi mengatakan, data ini mereka dapatkan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci. Dari data yang ada, pengurangan lahan sawah ini terjadi di 16 kecamatan (lihat grafis). Pemkab Kerinci sendiri, sebenarnya telah memiliki perda soal alih fungsi lahan pertanian berkelanjutan, yang telah disahkan DPRD Kerinci. Namun sampai saat ini, perda tersebut telaksana.

Kasi pertanian Kerinci Emelda mengatakan, luas lahan sawah saat ini 13.289,65 hektare. Ini hasil dari pemetaan yang dilakukan dari tahun 2018 dan selesai di tahun 2019. Ketua DPRD Kerinci, Edminuddin, menjelaskan bahwa DPRD Kerinci telah mengetahui adanya alih fungsi lahan. Pihaknya juga telah membentuk Perda Alih Fungsi Lahan Pertanian berkelanjutan. “Kita minta dinas terkait untuk segera melaksanakan perda yang telah disahkan oleh DPRD Kerinci bersama pemerintah,” ungkapnya.

Kata dia, kemungkinan banyak lahan sawah yang tidak digarap karena irigasi yang minim, karena dalam waktu dua tahun ini dana pusat untuk irigasi di Kerinci tidak ada. “Bisa jadi karena irigasi yang tidak mengalir sehingga sawah tidak digarap,” ujarnya. Kemudian anggota DPRD Kerinci, Andespa mengatakan, jika benar data yang ada, ini akan mengancam ekonomi masyarakat. “Kalau pengurangan ini terus berlanjut sampai dua atau tiga tahun mendatang dengan jumlah pengurangan yang sama, Kerinci akan krisis pangan,” ungkapnya. (sap/jambindependent)

Komentar

Berita Lainnya