oleh

Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan

-Dunia-432 views

JAKARTA – Kabar tentang mahasiswa Indonesia yang menjalani kerja paksa di Taiwan sudah didengar Kemenristekdikti.

Pengiriman mahasiswa ke Taiwan merupakan kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia dan Taiwan. Kerja sama pendidikan bertajuk Industry Academia Collaboration (IAC) itu kini dievaluasi.

Kemenristekdikti menerima kabar bahwa ada 300-an mahasiswa Indonesia di Taiwan yang dipaksa bekerja di pabrik-pabrik.

Salah satunya adalah pabrik pembuatan lensa kontak (soft lens). Sebagian mahasiswa itu saat ini sedang menempuh studi di Hsing Wu University.

Ratusan mahasiswa tersebut dilaporkan menjalani kuliah hanya pada Kamis dan Jumat. Kemudian, mulai Minggu hingga Rabu, mereka bekerja dengan rata-rata durasi 10 jam setiap hari.

Kondisi itu menyalahi ketentuan Departemen Pendidikan Taiwan. Sesuai ketentuan, pada tahun-tahun awal, para peserta program kuliah sambil magang tidak boleh bekerja.

Pada tahun berikutnya, mahasiswa diperbolehkan bekerja. Namun, tidak boleh lebih dari 20 jam dalam sepekan.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan, kerja sama pendidikan dengan Taiwan bergulir pada November 2018.

Dia memperkirakan, saat ini ada seribuan mahasiswa Indonesia yang memanfaatkan skema perkuliahan itu.

”Saya sekilas mendengar seperti itu. (Nama programnya, Red) Academia Industry Collaboration (Industry Academia Collaboration/IAC, Red),” kata guru besar ITB yang belum lama dilantik sebagai Dirjen Belmawa Kemenristekdikti itu.

Namun, dia memastikan para mahasiswa yang menjadi korban kerja paksa itu bukan datang atas program Kemenristekdikti.

”Bisa dipastikan (yang menjalani kerja paksa, Red) bukan yang dari Kemenristekdikti,” tandasnya.(wan/lyn/tau/c10/oni/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya