oleh

Kesehatan pada Aktivitas Nongkrong Anak Muda

-Opini-53 views
Oleh : Dr. Suharmanto, S.Kep., M.K.M.  WORLD Health Organization (WHO) tahun 1947 mendefinisikan sehat sebagai keadaan yang sempurna pada fisik, mental dan sosial, bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan.  Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992, sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Berdasarkan dua definisi sehat tersebut dapat disimpulkan bahwa sehat adalah  keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, maupun sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Sehat dapat dipengaruhi multifaktor yang salah satunya faktor lingkungan sosial yaitu teman sebaya. Salah satu aktivitas yang dilakukan anak muda bersama teman sebayanya adalah aktivitas nongkrong yang dilakukan di warung kopi tradisional, kafe, kedai kopi modern, restoran cepat saji serta tempat yang dianggap nyaman untuk berkumpul. Karena, kita ketahui bahwa masa muda merupakan masa perkembangan untuk pencarian jati diri dan pembentukan karakter sesorang.

Hambatan dalam setiap tahap perkembangan anak muda dapat menimbulkan masalah kesehatan jika tidak terselesaikan dengan baik. Masalah tersebut dapat berasal dari lingkungan internal dan eksternal. Anak muda yang tidak dapat mengatasi berbagai masalah yang ada, dapat menyebabkan timbulnya kecemasan, depresi, gangguan psikotik dan permasalahan kesehatan fisik, mental maupun sosial.

Kesehatan pada anak muda sangat penting untuk diperhatikan karena pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dari aspek fisik, emosi, intelektual, psikologis dan sosial. Masa muda yang dialami anak muda menunjukkan ciri seperti keingintahuan yang besar, bereksperimen, berpetualang, mencoba bermacam tantangan, dan berani mengambil risiko tanpa pertimbangan yang matang yang dapat dilakukan bersama teman sebayanya. Dalam hal ini, kesehatan anak muda dapat dipengaruhi faktor sosial seperti individu dan sosial seperti keluarga dan teman sebaya.

Anak muda membutuhkan teman dekat yang dapat menjadi tempat berbagi perasaan yang akan membantu anak muda untuk mengatasi masalah pribadi. Peran teman sebaya pada anak muda sangat diperlukan untuk proses belajar sosial, serta pembentukan diri anak muda. Teman sebaya mempunyai pengaruh terhadap perilaku seseorang melalui berbagai aktivitas yang dilakukan bersama teman sebayanya.

Aktivitas anak muda yang sering dilakukan bersama teman sebaya pada waktu luang antara lain aktivitas nongkrong bersama teman sebayanya. Tempat berkumpul anak muda banyak menawarkan fasilitas seperti tersedianya wi-fi gratis, televisi kabel dan ruangan ber-AC.

Hal ini yang menjadi daya tarik anak muda untuk melakukan aktivitas nongkrong. Alasan anak muda untuk mengikuti aktivitas nongkrong untuk bertukar informasi, mengisi waktu luang atau kegiatan lainnya.

Nongkrong dapat juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, sosialisasi, informasi dan hiburan. Aktivitas nongkrong anak muda pada berbagai tempat dapat mendorong munculnya perilaku yang berisiko bagi kesehatan (health risk behavior) juga perilaku yang tidak menguntungkan bagi kesehatan (health beneficial behavior).

Health risk behavior yang dapat muncul pada aktivitas nongkrong anak muda antara lain merokok, minum minuman keras, konsumsi narkoba dan konsumsi makanan cepat saji (fastfood). Aktivitas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor serta dapat berdampak pada kesehatan seseorang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, mendapatkan prevalensi merokok usia anak muda 15-24 tahun terus mengalami peningkatan. Prevalensi merokok usia 15-19 tahun pada laki-laki tahun 2010 sebesar 38% dan tahun 2013 sebesar 37%. Prevalensi merokok usia 15-24 tahun sebesar 36,7%. Riskesdas (2007) mendapatkan bahwa jumlah anak muda pengonsumsi minuman beralkohol sebesar 4,9%, sedangkan pada tahun 2014 sebesar 23% atau 14,4 juta orang.

Merokok merupakan bentuk health risk behavior yang banyak ditemukan pada anak muda yangnongkrong di warung kopi tradisional, kafe, kedai kopi modern dan restoran cepat saji. Anak muda merokok sebagai simbol kejantanan dan bentuk kesetiakawanan pada kelompok.

Pengakuan dan penerimaan oleh kelompok merupakan sesuatu yang sangat penting bagi anak muda, karena anak muda mulai mengenal teman sebaya dalam kelompok. (Dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unila)

Komentar

Berita Lainnya