oleh

Ketua DPD KAI Sumsel: Advokat Miliki Hak Imunitas saat Jalankan Tugas

SUMEKS.CO – Buntut dari dilaporkannya seorang oknum pengacara oleh Agustina Novitasarie SH dan rekan ke Mapolda Sumsel, Selasa (8/10) lalu, ditanggapi serius Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumsel yang merupakan organisasi advokat tempat Rumsi SH (terlapor) bernaung.

DPD KAI Sumsel langsung mengadakan rapat untuk memberikan hak jawab terkait laporan terhadap anggotanya dalam dugaan kasus yakni UU ITE atau fitnah atau pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Menurut Ketua DPD KAI Sumsel Muhammad Aminuddin SH MH, laporan yang dibuat saudari Agustina Novitasarie memang merupakan haknya. Namun DPD KAI sangat menyesalkan dan menyayangkan laporan tersebut.

“Karena langkah yang ditempuh saudari Novitasarie terlalu dini. Seorang advokat Novi pura pura tidak mengerti atau memang tidak mengerti kalau apa yang dijalankan Rumsi adalah tugasnya sebagai advokat yang diberi kuasa oleh kliennya Cik Uli dalam laporan dugaan kasus penipuan dan penggelapan di Polres OKU. Dan saat ini perkaranya memang masih berjalan,” terang Aminuddin, Rabu (9/10) sore.

Muhammad Aminuddin yang biasa disapa Amintras ini menegaskan, dalam menjalankan tugasnya Rusmi SH sebagai advokat berdasarkan UU No 18 tahun 2003 tentang advokat pasal 16. “Ada hak imunitas, yakni advokat dalam menjalankan tugasnya tidak bisa dituntut baik secara pidana maupun perdata kecuali advokat tidak mendapat surat kuasa,” bebernya.

Terkait laporan yang sudah masuk ke Polda Sumsel, pihak DPD KAI Sumsel akan memback-up anggotanya tersebut dengan melakukan pembelaan. “Salah satunya dengan menyurati Kapolda Sumsel langsung dan Ditreskrimum untuk menjelaskan berdasarkan UU, seorang advokat tidak bisa dituntut secara pidana maupun perdata,” ungkap Amintras.

Langkah hukum selanjutnya, DPD KAI Sumsel juga masih menunggu itikad baik dari saudari Novi selama 24 jam sejak rapat yang digelar DPD KAI Sumsel. “Kalau dalam tempo 24 jam tidak ada itikad baik maka kami akan melaporkan pelanggaran kode etik di Organisasi Advokat (OA) yang dinaunginya serta melapor balik ke Polda Sumsel,” tambah Amintras lagi.

Rumsi SH, yang juga ditemui awak media mengatakan, statemen yang dibuatnya di beberapa media online yang beredar di Baturaja, Kabupaten OKU terkait laporan dugaan pidana penipuan dan penggelapan salah satu Travel haji dan umroh tersebut, bukanlah rekayasa.

“Ssebagai advokat saya mendapatkan kuasa dari klien saya bernama Cik Uli. Berdasarkan UU, yang saya sampaikan di beberapa media online sesuai dengan keterangan yang dialami klien saya. Jadi saya tidak merekayasa apa yang sudah saya sampaikan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Agustina Novitasarie SH, MH dan Rahmad Hartoyo SH, MH, melaporkan seorang oknum pengacara yang berdomisili di Kabupaten OKU berinisial Ri ke SPKT Polda Sumsel, Selasa (8/10) siang. Oknum tersebut diduga telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik kliennya di salah satu media online di Kabupaten OKU, Baturaja, tanggal 2 Oktober 2019 lalu.(dho)

Komentar

Berita Lainnya