oleh

Ketua DPRD Minta Tim Satgas Covid-19 Cepat Tanggap

MUARA ENIM – Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Liono Basuki BSc, meminta Tim Satgas Covid-19 cepat tanggap supaya penyebaran virus Covid-19 bisa dicegah. Namun belakangan terakhir peran Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Muara Enim sangat lamban merespon jika ada warga yang terpapar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut maupun evakuasi warga.

“Penanganan warga yang terpapar harus cepat agar bisa dicegah penyebarannya. Namun yang terjadi Tim Satgas tidak cepat tanggap dan terkesan sangat lamban,” ujar Liono Basuki yang akrab disapa Kiki, Kamis (22/7).
Diceritakannya, ada warga Kelurahan Tanjung Enim Selatan dan Kelurahan Tanjung Enim yang terpapar Covid-19 diantranya ada satu orang kondisinya sangat memperhatinkan dan butuh penangan cepat. Saat itu, kata dia, dirinya berkordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 Kecamatan dan Kepala Dinas Kesehatan untuk mengevakuasi warga tersebut.

Namun Tim Satgas Kecamatan dan Dinkes dalam merespons setiap laporan yang disampaikan tidak sigap dengan alasan ruangan penuh dan tengah menyiapkan ruangan. Padahal, lanutnya, setiap rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Muara Enim seringkali disampaikan Tim Satgas Covid-19 untuk lebih cepat tanggap dalam merespons setiap aduan dan laporan yang diterima.

“Bayangkan Jam 10.00 WIB saya memberitahu, jam 17.30 WIB warga yang terpapar Covid-19 baru dievakuasi. Untuk itu kita mengingatkan Tim Satgas Kecamatan dan Dinkes beserta jajarannya agar bersikap responsif. Apalagi Kepala Puskesmas Lawang Kidul kapan ditelpon tidak bisa dihubungi,” tegas.

Lanjut politisi PDI-Perjuangan ini, penanganan dilapangan sangat lamban yang sudah dilaporkan. Lambannya penanganan tersebut, dikhawatirkan akan muncul klaster baru. Belum lagi, ada temuan dilapangan bahwa ada klinik dan tempat praktek yang melayani rapid test antigen mandiri.

Namun jika ada warga yang terpapar Covid-19 dari hasil rapid test antigen mandiri pihak klinik dan tempat praktek tidak melaporkan ke Puskeasmas atau Gugus Tugas Kabupaten. “Artinya klinik dan tampat praktek sama sekali tidak ada koordinasi, ini temuan saya dilapangan,” terangnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Seketaris Daerah Kabupaten Muara Enim Drs Emran Tabrani MSi, menjelaskan bahwa warga Kecamatan Lawang Kidul yang terpapar Covid-19 telah dievakuasi dan telah mendapat penanganan lebih lanjut.

Komentar

Berita Lainnya