oleh

Ketua DPRD OKUT Ajak Untuk Berbenah Dan Menuju Perubahan

MARTAPURA – Momen Hari Jadi Kabupaten OKU Timur ke-16, menjadi kesan tersendiri bagi  Ketua DPRD OKU Timur H Beni Defitson SIP MM,  saat memimpin rapat paripurna HUT OKU Timur Jumat (17/1) kemarin mengatakan, Kabupaten  OKU Timur terbentuk berdasarkan  UU nomor 37 tahun 2003 tentang  pembentukan  Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKU Selatan dan dan Kabupaten Ogan Ilir.

Dikatakan Beni, dengan dibentuknya  Perda Kabupaten OKU Timur  nomor 30  tahun 2007, tentang penetapan  hari jadi  Kabupaten OKU Timur, disitulah ditetapkan  tanggal 17 Januari  2004 sebagai hari Jadi Bumi Sebiduk Sehaluan. Dan inilah  sebagai  momentum awal perjalanan roda pemerintahan  dan pembangunan  di OKU Timur.” dan alhamdulillah kini  telah berdiri  kokoh dengan segala  kelebihan dan kekuranganya,”kata Beni yang sudah tiga periode memimpin DPRD OKU Timur

Menurut Beni, Peringatan  hari jadi Kabupaten OKU Timur  ini secara Filosofi  dapat bermakna Retrosfektif, bahwa  dengan peringatan hari jadi ini, kita  berupaya melihat  masa lalu  sebagai mata  rantai sejarah dan sebagai  pondasi  yang sangat bernilai sebagai referensi  untuk  menapaki  masa kini dan juga masa depan

Introspfektif, Menurut  Putra Asli Pandan  Agung ini, mengandung arti bahawa  peringatan  hari jadi ini (OKU Timur,red)  mari dijadikan  sebagai sarana mawas diri serta intropeksi  diri. dengan demikian  tiap etape perjalanan  kehidupan  ini selalu bermakna  karena mampu memberi jawaban atas persoalan  kekinian juga responsif  terhadap tantangan  dimasa depan

“Prospektif artinya,  melalui perayaan  hari jadi OKU Timur, kita berupaya mendesain atau merancang  formula masa depan,  dengan berlandaskan  realita juga dinamika kekinian,  namun tanpa melupakan nilai-nilai  dan peristiwa bersejarah di masa lalu,”ucapnya.

Karena sambung Beni, kehidupan sekarang  ternyata semakin kompleks,  semuanya  membutuhkan  kecepatan dan ketepatan , termasuk  dalam hal pelayanan, serta penyelesaian  terhadap berbagai persoalan  yang ada ditengah-tengah masyarakat. Yang apabila ini tidak bisa dilakukan dengan baik,  maka akan muncul krisis kepercayaan  masyarakat kepada pemimpin.  Yang kedepanya bisa menggangu  bahkan  bisa menghambat proses  pembangunan  dan kemajuan daerah tersebut.

“Kata Prof  Rhenald Kasali Ph.D. dalam bukunya berjudul Change Leadership Non-Finto,  menegaskan  bahwa seorang pemimpin perubahan  bukan yang menggunakan  jabatanya untuk mengimpresi  diri,  pamer kekuasaan,  apalagi mewariskan kerusakan tetapi  hendaknya  mampu memperbaiki kehidupan  masyarakatnya , mewujudkan  keinginan dan cita-cita  masyarakatnya, juga menularkan semangat untuk selalu berinovasi dan berkreasi,”kata Beni menjelaskan  Buku yang ditulis Prof Rhenald Kasali.

Momentum hari jadi OKU Timur ke-16, tambah lagi,   akan bisa membawa semangat pembenahan serta perubahan dengan tetap menjaga suasana kondusif, karena dalam suasana yang aman, tentram , damai , maka kita dapat melaksanakan  tahap pembangunan dengan sebaik-baiknya. (sal)

Komentar

Berita Lainnya