oleh

Satgas Covid 19 Muara Enim Perlu Dimaksimalkan

SUMEKS.CO-MUARA ENIM – Kalangan masyarakat Muara Enim menyoroti kerja kepala daerah Kabupaten Muara Enim dinilai kurang serius dalam menangani pencegahan menyebar Corona. Soalnya, angka kasus warga yang terpapar virus Covid-19 dan angka kematian terus bertambah.

“Penanganan pencegahan menyebar Covid-19 di Muara Enim belum dioptimalkan. Sehingga terkesan publik seperti tidak berhadapan pada masalah serius,” kata Tokoh Pemuda Muhammadiyah Muara Enim, Yones Tober ST, Jumat (4/12).

Menurutnya, untuk mempercepat gerak satgas dalam penanganan Covid-19 di Muara Enim secara holistik dan komprehensif, terutama tim medis dan aparat, butuh dukungan yang memadai. “Kalau perlu dengan agenda yang terukur serta peka dalam melihat perubahan dan dinamika setiap saat, itu yang harus dilakukan Ketua Tim Satgas Covid-19. Ini malah sibuk jalan-jalan yang dikemas dinas luar,” tegas Yones.

Hal senada dikatakan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN), H Faizal Anwar SE, dirinya menilai Pemkab Muara Enim dalam hal ini Satgas Covid 19 kurang serius didalam menangani pandemi Covid 19. Hal ini kita buktikan dengan terus bertambahnya kasus positif Covid-19 di kabupaten Muara Enim setiap harinya.

Dijelaskannya, saat ini Pemkab Muara Enim menggelontorkan dana yang cukup besar terhadap penanganan pandemi ini. Namun kenyataan tidak mampu menurunkan angka kasus dan malahan terus bertambah.

“Ini kita buktikan terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 896 orang dan ditambah 41 orang pasien meninggal. Sedangkan dana yang dianggarakan cukup besar yaitu mencapai 305 miliar yang mana dana itu diperuntukan untuk penanganan Covid-19 ini,”tegasnya.
Lanjut Faizal dengan terus bertambahnya kasus positif Covid 19 ini dirinya berharap Pemkab Muara Enim melalui

Satgas Covid-19 untuk dapat melaksanakan penanganan dengan serius terkhusus dinas-dinas tetkait dalam hal ini Dinas kesehatan.

“Penambahan kasus yang terus menerus ini membuktikan satgas serta dinas terkait tidak bekerja maksimal didalam menangani pandemi Covid-19. Maka itu kami selaku masyarakat meminta dinas terkait khususnya Dinas kesehatan untuk membuktikan aksi nyata terkait penanganan pnademi Covid 19 ini. Kasian kita dengan Tenaga medis yang terus menerus bekerja. Namun hasilnya kasus terus bertambah,” jelasnya.

Maka itu ini patut dipertanyakan kenapa dan kami meminta Pemkab Muara Enim untuk tidak ikut-ikutan latah dan menganggap persoalan Covid-19 adalah hal sepele karena virus ini harus dilawan dengan data dan informasi yang real serta tindakan nyata dalam menuntaskan persoalannya.

Lanjutnya, mantan anggota DPRD Muara Enim tiga periode ini, tugas Satgas itu bukan hanya mencatat laporan semata. Melainkan harus terus menerus melakukan tracking dan mengoptimalkan sosialisasi yang telah dilakukan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Namun buktinya tracking justru distop. Kemudian lokasi rumah sehat di Islamic Center kenapa juga tidak berfungsi dengan baik. Jadi wajar kalau kita mempertanyakan sudah berapa optimlkah sosialisasi virus Covid-19 di tengah masyarakat Kabupaten Muara Enim mengingat peningkatan kasus ini,”tanya Faizal.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid 19 Muara Enim Panca Surya Diharta, untuk angka kenaikan yang terpapar dapat disampaikan bahwa sebagian besar yang terpapar ini suspek dengan komorbid, baik dari rumah sakit Muhamad Husen Palembang, rumah sakit Arahman Prabumulih, rumah sakit Pertamina, RSUD Prabumulih, rumah sakit Rabain dan rumah sakit Bukit Asam Medika (BAM).

Dijelaskannya, bahwa satgas telah terus bekerja melakukan sosialisasi ke masyarakat. Akan tetapi masyarakat menganggap ini seperti tidak ada apa-apa. “Sebenarnya tim gugus tugas terus bekerja dengan senantiasa menghimbau masyarakat agar melakukan 3M. Namun tidak kita pungkiri dengan adaptasi kebiasaan baru atau new normal mobilisasi masyarakat kian meningkat, bahkan yang melakukan perjalanan sudah menganggap pandemi ini seperti tidak ada dan seperti biasa,” jelasnya.

Panca membantah apa yang ditundingkan dan hal itu tidak mendasar. “Terkait anggapan tokoh masyarakat tim gugus tugas tidak serius juga tidak mendasar karena saya sampaikan diatas penularan dari masyarakat yang ada penyakit penyerta,” terang Panca.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya