oleh

Kinerja Ekonomi RI 2020 Diprediksi Membaik

Bank Indonesia (BI) memprediksi kinerja ekonomi Indonesia membaik di 2020. Indikatornya adalah sepanjang 2019 perekonomian nasional terbilang cukup baik.

Dilansir dari Laporan Akuntabilitas Awal Tahun 2020 BI, menyebutkan stabilitas ekonomi nasional akan terjaga. Dengan demikian, momentum pertumbuhan akan berlanjut.

Tahun ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sekitar 5,1-5, persen. Pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga yang stabil dan investasi banguanan yang cukup baik.

Untuk defisit transaksi berjalan akan terkendali dalam kisaran 2,5 persen-3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dengan surplus transaksi modal dan finansial yang tetap besar sehingga Rupiah tetap stabil.

Inflasi juga akan tetap terjaga dalam kisaran sasaran yang lebih rendah, yakni 3,0+1 persen. Stabilitas sistem keuangan juga akan tetap terjaga dengan fungsi intermediasi yang membaik.

Sementara pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) akan meningkat masing-masing menjadi 10-12 persen dan 8-10 persen. Dalam jangka menengah, perbaikan ekonomi Indonesia akan meningkat sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas perekonomian ke depan.

Atas capaian-capaian itu, ekonomi Indonesia pada 2024 bisa tumbuh di level 6,1 persen dengan defisit transaksi berjalan menurun menjadi 2,3-2,8 persen PDB dan inflasi tetap terjaga rendah dalam kisaran 2-4 persen.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, pertumbuhan ekonomi masih sama di tahun lalu di angka 5 persen. Pertumbuhan dipengaruhi oleh menguatnya konsumsi rumah tangga dan meningkatnya realisasi belanja pemerintah pada akhir kuartal setiap tahunnya.

Sementara itu, menurut dia, harga-harga komoditas utama seperti, batu bara, minyak kelapa sawit, minyak mentah, karet dan nikel masih pada tingkat moderat, sehingga daya dorong sektor komoditas terhadap pertumbuhan ekonomi relatif masih lemah. “Sehingga stabilitas ekonomi nasioanal realtif terjadi dengan inflasi yang mampu dijaga pada retang target BI,” kata dia.

Pemerintah juga mampu mengendalikan inflasi atas komitmen pemerintah dalam menjaga inflasi komponen harga, seperti bahan bakar dan energi. “Kami melihat faktor-faktor tersebut mampu mendukung momentum pertumbuhan Indonesia tahun 2020,” tuturnya.

Sebelumnya, Ekonom Bank Dunia, Frederico Gil Sander, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1 persen pada 2020. Hal itu sejalan dengan menurunnya ketegangan perdagangan internasional, ketidakpastian politik dalam negeri, pulihnya investasi dan upah pekerja.“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan 5,1 persen pada 2020,” ujar dia.(din/fin)

Komentar

Berita Lainnya