oleh

Klaim 95 Persen Pedagang-Pembeli di Pasar Pakai Masker

PRABUMULIH – Sebelum diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di bumi seinggok sepemunyian, pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih rutin memberikan himbauan tentang protokol kesehatan ke masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19.

Seperti yang dilakukan kemarin (16/5), kembali dilakukan peninjauan dan sosialisai protokol kesahatan di titik jantung kota Prabumulih yakni Pasar Tradional Modern (PTM) yang menjadi pusat jual-beli.

Dalam kesempatan itu, seluruh pedagang dan pembeli diwajibkan untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan yang di anjurkan oleh pemerintah.

Asisten 1 Pemkot Prabumulih, Aris Priadi menegaskan sosialisasi dilakukan untuk kali ketujuh. “Kegiatan pagi ini sudah dilakukan sebanyak 7 tahap, alhamdulillah hampir tidak di temukan masyarakat yang tidak menggunakan masker hanya beberapa saja,  kalau di persentasekan kira-kira di atas 95 persen,” sebutnya.

Kepada masyarakat yang masih saja melanggar atau tidak mengenakan masker, pemkot tidak lagi memberikan masker yang berbahan kain, tapi akan diganti dengan masker berbahan plastik semua itu bertujuan agar memberikan shock terapi kepada si pelanggar.

Selain itu sambung Aris, dia menegaskan kalau minggu depan setelah PSBB berlaku masih saja ditemukan yang membandel akan dikenakan sangsi. “Kalau nanti sudah PSBB masih kedapatan ada yang melanggar langsung kita kenakan sangsi susai dengan perwako, dari di kenakan denda, dilarang melakukan aktivitas dipasar, pencabutan izin bagi pedagang, hingga dikarantina selama 1×24 jam di rusunawa,” tegasnya.

Pihaknya pun akan melihat dulu sekaligus melakukan pendataan sudah berapa kali mereka melakukan kesalahan atau pun pelanggaran yang berulang selama sosialisasi ini berjalan. Pihaknya juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk siap menjalani PSBB yang rencananya akan di terapkan H+2 nanti, mengingat sangsi yang di berikan oleh pemkot cukup berat.

“Ayo masyarakat Prabumulih kita harus siap untuk menjalani PSBB, sangsi yang akan di berikan cukup berat, semua sudah ada di drap perwako, pelanggar bisa di denda hingga karantina, saya mohon untuk terus mengikuti intruksi dari pemerintah,” ajaknya.

Dalam kesempatan itu, Asisten 1 Drs Aris Priadi di dampingi Staf Ahli Mulyadi Musa, Sat Polpp, Dinkes, TNI dan Kepolisian meninjau empat posko pemeriksaan dan kesehatan Covid-19 yang berada di kelurahan Majasari, kelurahan Sukaraja, Kelurahan Tanjung Raman dan Kelurahan Patih Galung. Masing-masing posko di beritkan stok Masker dan Cairan Disinfektan,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya