oleh

Klien Divonis Berat, Kuasa Hukum Hardik Hakim

PALEMBANG – Terbukti melakukan tindak penganiayaan dengan menyiram air keras hingga membuat korban M Rifai cacat permanen, terdakwa Ahmad Irawan alias Iwan Brek (46) akhirnya diganjar hukuman penjara selama delapan tahun.

Pembacaan vonis dipimpin hakim ketua Ahmad Suhel pada persidangan yang digelar di PN Palembang Klas 1A Khusus, kemarin (7/10). Vonis yang dikenakan terhadap terdakwa yang beralamat di Kompleks Perumahan RSS-C Griya Harapan, Kecamatan Sako ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purnama Sofyan,SH yang menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman selama 10 tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa Ahmad Irawan alias Iwan Brek telah terbukti secata sah dan meyakinkan melakukan tindak penganiayaan terencana hingga mengakibatkan korban mengalami luka berat. Sesuai dengan pasal 335 ayat 1 KUHPidana,” urai Suhel saat membacakan amar putusannya.

Mendengar putusan majelis hakim ini terdakwa cuma bisa pasrah dan terus-menerus menundukkan kepala. Di sisi lain, putusan hakim ini membuat berang kuasa hukum terdakwa, Devi Iskandar yang naik pitam sembari menghardik hakim.

“Yang mulia saya nyatakan banding, dan yang mulia saya bakal laporkan kepada pengawas Mahmakah Agung. Tolong dicatat yang mulia,” hardik Devi dengan nada bicara meninggi seraya menunjuk-nunjuk ke arah ketua majelis hakim.

Sontak aksi sang pengacara yang selama ini kerap melakukan aksi nyeleneh inipun menarik perhatian pengunjung sidang.

Di sisi lain, vonis 8 tahun penjara yang dijatuhkan terhadap terdakwa Iwan Brek ini langsung disambut penuh sukacita oleh tim kuasa hukum korban yang diwakili Adv Tito Dalkuci,SH.

“Selaku kuasa hukum korban kami sampaikan terima kasih kepada majelis hakim yang telah menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa. Meski sebetulnya ini belumlah sebanding dengan penderitaan yang dialami klien kami yang harus mengalami cacat seumur hidup di bagian matanya atas perbuatan terdakwa ini. Tapi kami puas dengan putusan ini,” sebut Tito kepada awak media usai persidangan. (kms)

Komentar

Berita Lainnya