oleh

Klub Mumet PSSI Tunda Kongres, Termasuk Sriwijaya FC

JAKARTA – Putusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI menunda kongres tahunan dari 26-28 Februari menjadi 29 Mei 2021 menyulitkan anggotanya. Salah satunya ya Sriwijaya FC. Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu gamang mengeksekusi program yang sudah disusun di awal tahun.

Sebab, program tersebut juga harus menunggu program PSSI yang disahkan saat Kongres Tahunan.

“Program jadi berantakan sudah pasti karena klub harus menentukan dan menyesuaikan program lagi. Sebenarnya bisa bergerak sih dengan program yang masih belum diketok palu. Tapi agak gambling juga jadinya,” ungkap Faisal Mursyid, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, perusahaan yang menangani Sriwijaya FC.

Program yang dinanti-nanti klub salah satunya terkait pelaksanaan kompetisi. Mengingat, mereka menunggu kompetisi segera digulirkan setelah 10 bulan vakum akibat pandemi Covid 19. Jika kongres mundur terus, akan berimbas pada penantian yang lebih panjang lagi untuk kompetisi nasional.

“Kongres sangat penting untuk menentukan dan menetapkan program 1 tahun ke depan. Dengan mundurnya jadwal kongres maka sudah pasti berimbang pada jadwal kompetisi. Kick off bisa mundur ke Juni atau malah ke Juli,” terangnya.

Melihat situasi ini, pihaknya hanya bisa pasrah. Apalagi, situasi nasional juga dipengaruhi perkembangan Covid 19 di dalam negeri. “Covid 19 ini membuat semua menjadi tidak bisa diprediksi. Termasuk apakah jadi rapat Mei nanti bisa digelar dengan tatap muka,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Exco PSSI memundurkan pelaksanaan kongres karena mengikuti usulan anggotanya. Mereka menyuarakan kongres digelar dengan tatap muka. Dengan pertimbangan itu, Exco PSSI memutuskan kongres mundur ke akhir Mei nanti. Dengan harapan, Covid 19 mereda karena vaksin sudah dijalankan.

“Kongres PSSI 2021 akan dilaksanakan secara tatap muka dan digelar seusai Hari Raya Idul Fitri pada 29 Mei 2021. Exco PSSI memilih tanggal tersebut karena kami berharap pandemi Covid-19 sudah mereda, proses vaksinasi sudah berjalan secara menyeluruh, dan diharapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah tidak ada,” terang Ketum PSSI Mochamad Iriawan.

Pertimbangan PSSI, rapat digelar dengan tatap muka karena tidak ingin nantinya ada kendala sambungan internet yang tidak bagus saat Kongres bila berlangsung secara virtual. Mengingat, anggota pemilik suara PSSI tersebar di berbagai pelosok Tanah Air.

“Kami tidak ingin ketika jaringan internet bermasalah saat pemilik suara mengutarakan pendapat. Kami (PSSI) tidak ingin ada kesan PSSI membungkam suara voters. Kami ingin melihat langsung interaksi dengan voters. Selain itu untuk menjaga statuta dan marwah PSSI,” ucap Iriawan.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya