oleh

Klub Sentral Membentuk Mental Juara Dunia

SUMEKS.CO- JAKARTA – Mohammad Ahsan mengaku bangga bisa membantu Indonesia menjadi juara di berbagai kejuaraan intenasional. Peluang yang tidak semua atlet bisa melakukannya. Meskipun sudah berlatih bertahun-tahun.

“Pasti bangga bisa ikut berjuang untuk Indonesia. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu, meski sudah berlatih bertahun-tahun,” ungkap Ahsan yang juara dunia BWF dua kali pada 2013 dan 2015 untuk sektor ganda putera ini.

Diakui Hendra Setiawan, pasangan Ahsan yang merajai Asian Games 2014 di ganda putera, untuk menjadi sang juara tidak lepas dari ketebalan mental atlet. Mental memegang peran penting dalam perjalanan setiap atlet. Hanya dengan bertanding dan bertanding mental bisa terasah dengan sendirinya.

Ahsan dan Hendra membuk kunci suksesnya ini pada acara bincang media dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang dilaksanakan oleh PB Djarum dan PB Jaya Raya. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengingatkan, pahlawan bulutangkis Indonesia tidak lahir secara instan. Ada peran besar klub dalam proses pencarian hingga pembentukan bakat pemain, sehingga kelak dapat berjuang di kejuaraan internasional.

“Di PB Djarum, kami melakukan dua sistem perekrutan yaitu audisi umum dan audisi khusus. Audisi Umum formatnya kita datang ke kota-kota di Indonesia. Sementara audisi khusus, kita melihat jika ada calon atlet yang bagus, akan kita ajak untuk tes di Kudus selama dua hingga tiga hari,” ujar Yoppy.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Harian PB Jaya Raya Imelda Wigoena yang berhasil meraih gelar juara All England 1979 di nomor ganda campuran bersama Christian Hadinata. Dijelaskannya, PB Jaya Raya bahkan menggelar seleksi atlet sebanyak dua kali dalam satu tahun. Selain itu, mereka juga melakukan “jemput bola” ke klub-klub di daerah untuk mencari bakat pebulutangkis belia.

“Jika tekniknya bagus kemudian fisiknya hebat, tentu klub tertarik untuk membina si atlet. Tapi saya menitikberatkan pada masalah mental si atlet pada saat perekrutan, karena ini bukan hal yang mudah dan harus menjadi perhatian khusus,” ujarnya.

Dimulai dengan proses pencarian bibit berbakat ini, klub mulai mengasah kemampuan dan mental atlet yang kelak akan membela Indonesia di kancah dunia. Untuk itu, baik Yoppy maupun Imelda sepakat, klub merupakan pondasi dalam mencetak pahlawan bulutangkis Indonesia. “Mendidik atlet-atlet yang tangguh itu gampang-gampang susah. Ada yang sudah memiliki talenta yang bagus, lalu tinggal diasah oleh klub.Tapi ada juga yang perlu di asah sejak dini. Bukan berarti tidak bisa, tapi jalanya berlika-liku, sangat berat, dan berbagai macam jalan harus ditempuh untuk menghasilkan atlet berkualitas. Tentunya, ini merupakan perjuangan nyata klub agar selalu melahirkan pahlawan bulutangkis bagi Indonesia,” ucap Yoppy.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya