oleh

KM Amin Jaya Tenggelam, Empat dari 60 Penumpang Belum Ditemukan

-Headline-185 views

Pencarian penumpang Kapal Motor (KM) Amin Jaya membuahkan hasil. Tim gabungan menemukan 15 korban. Namun, kondisi mereka sudah tidak bernyawa. Dengan demikian, korban meninggal hingga kemarin mencapai 17 orang.

Kelima belas jasad korban itu mengambang di perairan Kecamatan Dungkek, sejak Rabu (18/6). Belasan jasad korban ditemukan pada waktu dan di lokasi berbeda. Pertama, pukul 07.10 enam jasad ditemukan di Desa Bicabbi. Pukul 08.35 delapan jasad ditemukan di Desa Romben Rana, dan sekitar pukul 10.12 tim SAR kembali menemukan satu jasad korban di Desa Romben Barat.

Dari belasan jasad korban yang ditemukan, empat di antaranya masih berusia, 2, 3, dan 9 tahun. Semua jasad korban yang ditemukan dievakuasi ke kantor Kecamatan Dungkek. Selain mengevakuasi jenazah dari laut, petugas juga mengamankan barang-barang bawaan yang ditemukan di sekitar lokasi dan masih menempel di tubuh korban.

Keluarga korban berdatangan ke lokasi untuk memastikan identitas keluarganya yang hilang. Satu per satu petugas membuka kantong jenazah dan menunjukkan wajah korban. Banyak warga yang menangis histeris, bahkan pingsan ketika mengetahui jika jasad itu merupakan anggota keluarga. Hampir semua jenazah masih utuh sehingga mudah dikenali keluarga. Selanjutnya, petugas membawa jenazah ke RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi menyatakan, pada hari pertama pihaknya bersama Basarnas Jatim menerjunkan tiga tim. Yakni, SRU air, SRU darat, dan penyelam. Tim SAR BPBD bergerak dari Pelabuhan Kalianget menuju Gili Iyang. Sementara Basarnas Jatim dari Pelabuhan Dungkek.

Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian kapal itu tenggelam hingga ke barat daya. ”Tim mengikuti arah angin dan arus laut dan fokus mencari ke tengah,” katanya.

Penemuan jenazah korban kapal nahas itu berdasarkan laporan masyarakat. Sebab, rata-rata jenazah ditemukan di pinggir. Sementara bangkai kapal ditemukan di tengah laut di Desa Romben Barat oleh Tim SAR. Satu jenazah berjenis kelamin perempuan ditemukan di bangkai kapal. Jenazah atas nama Susi itu terlilit tali.

Pihaknya dibantu warga, untuk mengevakuasi bangkai kapal itu ke pinggir. Proses tersebut tidak mudah karena gelombang laut tinggi. Butuh kapal besar untuk menarik. Di bangkai kapal banyak ditemukan barang-barang penumpang. Yakni, tas, koper, kardus, dan satu unit sepeda motor Honda Vario hitam M 5364 WM.

”KM Basarnas Surabaya dan satu helikopter milik TNI AL sudah berangkat dari Surabaya menunju perairan Sumenep untuk membantu melakukan pencarian jenazah dan evakuasi bangkai kapal,” ungkapnya.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP), pencarian korban akan dilakukan selama tiga sampai tujuh hari ke depan. Pihaknya sudah menentukan target lokasi yang akan dilakukan penyisiran. Tentunya dengan mengikuti arah angin dan arus laut. ”Semoga pencarian di hari kedua berjalan lancar dan hasilnya maskimal,” harapnya.

Kapolres Sumenep AKBPMuslimin menyatakan,berdasarkan laporan pihak keluarga penumpang kapal, masih ada empat korban yang belum ditemukan. Pihaknyabersama BPBD, Basarnas Jatim, dan polair akan terus berupaya mencari jenazah.

Dengan demikian, dalam kapal tersebut berisi 60 orang. Yakni, dua kru (satu nakhoda dan seorang ABK) dan 58 penumpang. Puluhan penumpang itu, 39 selamat, 17 meninggal, dan 4 masih hilang.

Pemulangan jenazah ke Pulau Guwa-Guwa, Kecamatan Raas, menunggu kesepakatan pihak keluarga korban. Pihaknya bersama pemerintah daerah akan berupaya memfasilitasi pemulangan jenazah. Pihaknya sudah meminta Polsek Dungkek dan Kalianget agar melakukan pemantauan dan penyisiran.

”Khawatir jenazah yang belum ditemukan terdampar di situ. Warga juga diharapkan melapor kepada petugas jika menemukan mayat mengambang atau terdampar di pinggir pantai,” kata Muslimim. (dhe/pojoksatu/jpr)

 

Komentar

Berita Lainnya