oleh

KMA Ingatkan Bahayanya Ulama Jadi-jadian

-Nasional-195 views

PURWAKARTA – Cawapres 02 KH Ma’ruf Amin (KMA) curhat kepada masyarakat saat menghadiri Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (16/2). Di hadapan ribuan warga Nahdliyyin, KMA resah dengan munculnya ulama jadi-jadian. Kategorinya, mereka bisa berceramah ilmu agama namun tidak pernah menuntut ilmu di Pesantren.

Lanjut mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, mereka menyampaikan ilmu agama dengan cara memaki-maki dan menyebar kebencian kepada orang lain. Karena itu, KMA meminta warga NU untuk hati-hati memilih ulama. “Ulama kok nggak mondok, nggak mesantren, makanya harus hati-hati (memilih ulama),” kata KH. Ma’ruf Amin mengingatkan dalam tausiyahnya di acara harlah NU ke 93 dan Milad Pondok Al Muhajirin yang ke 26, di Purwakarta, Jabar, Sabtu (16/2).

Selain itu, mantan Rais ‘Aam PBNU ini juga mengajak warga NU untuk membentengi diri dari faham-faham dan akidah-akidah yang menyimpang. Faham yang membius, tapi pada akhirnya menyesatkan. “Apalagi sekarang ini banyak faham-faham, akidah-akidah yang menyimpang,” ingat KMA.

Di hadapan ribuan warga Nahdliyyin, KMA mengingatkan untuk tidak memilih pemimpin tuna ilmu agama. Lebih jelasnya adalah tidak faham dalam ilmu agama. Sebab, acuan dalam memilih seorang pemimpin sudah jelas menurut Islam.

Hal ini didasarkan pada sebuah hadist Nabi. Yaitu, yang menceritakan hilangnya ilmu seorang ulama seiring dengan wafatnya. Dan jika orang yang faham agama tidak ada, maka masyarakat akan mencari pemimpin yang tidak cakap.

“Jika tidak tersisa seorang alim (orang beilmu) maka orang akan mencari, mengangkat pemimpin yang tidak cakap dan mampu mengurus negara,” ucapnya.

Menurutnya, untuk menjadi seorang pemimpin, diperlukan pondasi berupa faham agama yang kuat. Bila para pemimpinnya dangkal bahkan tidak mengerti agama, maka yang terjadi umatnya akan tersesat. Untuk mengindari hal ini, masyarakat perlu tokoh agama atau ulama yang bisa membimbing umatnya. Harapannya, bisa menghindarkan dari kesesatan. (kmd)

 

Komentar

Berita Lainnya