oleh

Komisi II Desak Pengerjaan Dipercepat

PALI – Belum selesainya pembangunan jaringan PDAM Tirta PALI Anugerah yang dikerjakan pelaksana PT Putra Masindo Utama (PT PMU), membuat Komisi II DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan peninjauan langsung kelapangan.

Dengan membawa seluruh anggotanya, Ketua Komisi II DPRD PALI, Mulyadi STP mendatangi seluruh proyek jaringan PDAM dari Desa Muara Sungai, Kecamatan Tanah Abang hingga Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi belum lama ini.

Setelah melihat kondisi dilapangan, Mulyadi menginginkan dengan adanya tenggang waktu pekerjaan yang diberikan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten PALI, selama 50 hari dari target masa pengerjaan, pihak pelaksana harus merampungkannya agar mega proyek yang menelan dana sebesar Rp58 miliar lebih dari APBD PALI tahun 2019 itu bisa cepat dinikmati masyarakat.

“Diketahui proyek ini bakal dilanjutkan tahun 2020, namun kami harapkan, pihak pelaksana tidak molor lagi setelah diberikan waktu tambahan. Sebab hingga dipenghujung Januari ini, pekerjaan jaringan PDAM belum juga kelar,” pinta Mulyadi didampingi seluruh anggota Komisi II DPRD PALI, Kamis (23/1).

Dirinya juga menekankan Dinas Perkim PALI untuk memperketat pengawasan agar jangan sampai pelaksana pekerjaan mengabaikan kualitas. “Hindari keterlambatan target pekerjaan, Dinas Perkim juga harus percepat keluarkan perintah kerja. Jangan terlalu mendekati akhir tahun, sehingga molornya pekerjaan bisa dihindari,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Bangunan dan Lingkungan Dinas Perkim PALI Junaidi menjelaskan, bahwa pihaknya yakin proyek tersebut bakal rampung sebelum masa tenggang berakhir.

“Saat ini dari pembangunan Intake, IPA (Instalasi Pengolahan Air), booster sudah tahap finishing. Jadi kami yakin akhir Januari ini selesai semua. Namun apabila hingga pertengahan februari 2020 belum juga selesai maka, pekerjaan itu bakal kena penalti,” katanya.

Diakuinya, pada Oktober tahun 2020, seluruh jaringan air bersih sudah bisa dipakai. “Artinya PDAM Tirta PALI sudah bisa beroperasi penuh tanpa harus membeli air curah dari Muara Enim. Sebab proyek ini bakal dilanjutkan tahun 2020 ini sampai benar-benar selesai,” jelasnya.

Terpisah, perwakilan PT Putra Masindo Utama Murpi menerangkan, penyebab molornya pekerjaan proyek pembangunan jaringan PDAM. “Selain cuaca, gangguan yang paling banyak adalah dari manusia. Kami sering mengalami kendala distop warga dengan berbagai alasan. Namun semuanya sudah diatasi dan kami menargetkan semuanya seleaai akhir bulan ini,” terangnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya